Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan ada andil para gubernur atas kebijakan tersebut.
"Makanya dulu saya bilang kan, gubernur banyak yang mengajukan kenaikan 1 harga, ini kita kaji lagi. Jadi ada andilnya lah. Kan semua saran akan kita pertimbangkan," kata Gamawan usai agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2013 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/4/2013)
Ia mengatakan, saat itu pemerintah pusat juga telah memaparkan soal rencana kenaikan satu harga. "Semua alternatif itu kan sudah dipaparkan kepada gubernur. Sehingga gubernur tahu, keputusan ini diiringi dengan paket ini, gubernur sudah tahu," jelasnya.
Sehingga, menurut Gamawan apapun opsi yang akan diambil sudah dapat diantisipasi oleh para gubernur di daerahnya masing-masing. "Misalnya x, kompensasinya ini, jadi inflasi itu tidak lebih tinggi dari 5%. Jadi pemerintah berupaya agar pertahankan inflasi di bawah 5%," pungkasnya.
Pada pertengahan April 2013, pemerintah telah mengumpulkan Gubernur se-Indonesia untuk mensosialisasikan kebijakan dua harga untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan itu berubah di tengah jalan sebelum direalisasikan karena para gubernur lebih memilih opsi kenaikan satu harga.
Gamawan menegaskan hal itu tidak menjadi sia-sia. Sebab, ada beberapa alternatif yang juga dipaparkan, termasuk untuk kenaikan satu harga.
"Nggak, itu kan waktu itu sudah ada beberapa alternatif. Sekarang itu kan juga belum diputuskan, kalau pilihan 1 seperti apa pilihan 2 seperti apa semuanya dipaaprkan," ujarnya.
Menurutnya, kala itu dipaparkan dalam bentuk per paket. Dimana misalnya dengan kebijakan dua harga dampak yang akan diterima seperti apa, kemudian berikut kompensasinya.
"Karena kalau pilihan 1 misalnya inflasi akan sekian itu satu paket. Kalau pilihan dua dampaknya apa lagi. Itu berapa alternatif ditawarkan," tutupnya.
(hen/hen)


0 komentar:
Posting Komentar