Menurut sebuah laporan dari Xinhua News Agency, polisi meyakini bahwa kejadian ini terjadi karena adanya kompetisi siswa antar sekolah taman kanak-kanak. Pemberian racun tikus ini bertujuan untuk menjatuhkan predikat salah satu sekolah agar semua siswanya pindah ke sekolah lain.
Persaingan tidak sehat ini ternyata dilakukan oleh seorang pemilik Taman Kanak-kanak. Ia mengakui kesalahannya, karena sudah mencampurkan racun tikus ke dalam yogurt dengan sengaja. Seorang pria juga ditahan karena telah membantu tindakan kriminal ini.
Seperti di lansir BBC News (2/5/2013), menurut Xinhua, kejadian ini bermula dari penemuan yogurt beracun oleh seorang nenek korban. Yogurt yang ditemukannya bersama beberapa buku sekolah di pinggir jalan dekat sekolah cucunya. Lebih tepatnya di desa Lianghe, Kabupaten Pingshan, China Utara.
Kemudian nenek itu membawa pulang dua porsi yogurt dan diberikan kepada cucunya setelah pulang sekolah pada tanggal 24 April lalu. Setelah dikonsumsi ternyata yogurt beracun ini langsung bereaksi, dua anak gadis yang menjadi korban mengalami kejang-kejang dan langsung meninggal dunia.
Kejadian ini mengingatkan kasus yang terjadi beberapa tahun terakhir. Seperti insiden yang terjadi lima tahun lalu. Ribuan anak-anak jatuh sakit setelah minum susu bubuk yang tercemar bahan kimia. Bahkan telah memakan korban sebanyak enam orang anak-anak.
(odi/dyh)


0 komentar:
Posting Komentar