Tiap lewat rumah makan bernama Ayam Lepaas di kawasan Bekasi Barat, saya dibuat penasaran. Berada pinggir jalan raya, restorannya memiliki konsep terbuka. Lampu yang terang benderang membuatnya tampak mencolok. Deretan kendaraan yang parkir, plus kursi-kursi yang penuh tak pernah absen terlihat tiap kali melewatinya.
Restoran Ayam Lepaas sendiri pertama kali dibuka di Aceh. Kemudian berkembang di kawasan Pekanbaru, Palembang, Medan, juga di Jakarta, Bogor dan Bekasi, bahkan sudah merambah pasar luar negeri seperti di Malaysia dan Filipina. Semuanya menyajikan menu serupa dengan konsep restoran dengan dapur terbuka.
Rupanya, tak banyak menu yang dihadirkan. Menunya hanya ayam goreng, lele goreng, juga burung goreng dengan dua versi, yaitu 'lepaas' dan juga 'lemaas'. Rupanya, nama nyentrik ini merupakan kependekan dari ayam 'lezat pedas', serta ayam 'lezat manis'. Jagoannya tentu saja menu ayam goreng!
Karena sangat ramai, kami harus beberapa kali memanggil pelayan yang sibuk lalu lalang mengantarkan pesanan ataupun merapikan meja. Seporsi ayam lepaas (Rp. 16.000) dan ayam lemaas (Rp. 16.000) tentu jadi pilihan. Sayangnya, pelengkap tahu gorengnya tak tersedia. Tempe goreng dan tumis taugepun jadi pilihan.
Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya pesanan diantarkan. Ayam lepaas dan ayam lemaasnya disajikan dalam wadah anyaman lidi dan diberi alas kertas coklat. Sajian ayam lepaas berisi seporsi nasi, satu potong ayam bagian paha, irisan mentimun juga terong goreng plus sambal hijau. Sayang, tak ada tambahan kremesan seperti yang terlihat pada buku menu.
Wah, rasa ayam lepaasnya memang istimewa. Ungkepan rempah serai, jahe, juga bawang merah dan putih begitu menyerap hingga ke bagian dalam daging. Digoreng bersama tepung berbumbu yang membuat rasanya lebih gurih renyah. Ada semburat rasa pedas dari ayam gorengnya. Asyik dicocol dengan sambal ijo yang punya rasa pedas yang kuat.
Ayam lemaas juga tampil serupa dengan ayam lemaas. Bedanya, yang ini dilengkapi sambal merah. Rasa pedasnyapun tak menonjok seperti sambal ijonya. Tak jauh berbeda, ayam lemaas juga sama-sama bercita rasa gurih hingga ke sela-sela daging di bagian dalam. Bedanya, yang ini lebih menonjolkan rasa gurih-gurih manis yang lezat enak!
Tumis tauge (Rp. 10.000) juga memikat. Kuah terasinya terasa begitu segar, gurih dan pedas. Asyik disuap bersama nasi pulen yang mengepul hangat. Taugenya tampak agak layu, tentu makin krenyes enak jika hanya ikut ditumis sebentar saja. Tempe goreng (Rp. 7.000) juga terasa gurih renyah. Sepertinya menggunakan resep ungkepan yang sama dengan ayamnya. Karena potongannya yang kecil, seporsi terasa tak cukup!
Yang jadi catatan, mungkin karena restorannya ramai, pelayanan dan kebersihan resto kurang optimal. Karena konsep rumah makannya terbuka, jelas terlihat pelayan yang tampak kewalahan dan beberapa titik di restoran yang tampak diabaikan kebersihannya. Dengan memperhatikan kualitas pelayanan dan kebersihan, dijamin pecinta rumah makan dengan menu ayam goreng enak ini bisa makin bertambah!
Ayam Lepaas
Jl. A. Yani Kranji Bekasi
Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, bekasi
Jl. Kelapa Puan Raya, kelapa Gading, Jakarta
Perumahan Taman Cimanggu, Bogor
(odi/flo)


0 komentar:
Posting Komentar