Sebagai bagian dari studi terkait efek belajar memasak ketika belia, Children’s Food Trust melakukan survei terhadap anak-anak di bawah usia 16 tahun. Hasilnya, setengah dari anak-anak yang diteliti tak bisa membedakan mentimun dan zucchini.
Selain itu, 7% dari mereka salah mengira bayam sebagai selada. Bahkan, hanya satu dari lima orang anak yang tahu seperti apa bentuk alpukat. Satu dari empat anak tak mengenali terung, sementara hanya 10% anak yang bisa mengidentifikasi leek (sayuran mirip daun bawang besar).
Dari penelitian ini, ditemukan bahwa mereka yang akrab dengan dapur sebelum usia delapan tahun 50% cenderung memiliki pola makan sehat. Mereka juga kelak memasak lima hidangan seminggu dari bahan-bahan segar.
Sayangnya, menurut Daily Mail (30/04/13), anak-anak di Inggris baru diajari keterampilan kuliner pada usia sembilan tahun. Padahal, di Prancis dan Jerman, anak-anak usia tujuh tahun sudah diperkenalkan dengan dunia memasak.
"Tak akan pernah ada waktu kritis untuk fokus mengajak anak memasak. Penting sekali membekali generasi mendatang dengan keterampilan dan pengetahuan agar mereka memilih makanan bernutrisi. Hal ini bisa dimulai dengan mengajak mereka memasak," ujar Rob Rees dari Children's Food Trust.
(odi/fit)


0 komentar:
Posting Komentar