News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Susah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Susah. Tampilkan semua postingan

Ini Alasan Biologis Ngemil di Malam Hari Susah Dihilangkan

Senin, 06 Mei 2013 10.08

Jakarta, Masih terasa lapar meski baru saja makan malam satu-dua jam sebelumnya? Tanpa pikir panjang, biasanya orang-orang akan menuruti keinginan perut untuk makan ini, tak peduli waktu telah menunjukkan tengah malam. Padahal kondisi seperti ini dapat berujung pada obesitas.

Jangan heran, menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity, tubuh secara alami meningkatkan keinginannya untuk mengonsumsi makanan manis, asin dan berkarbohidrat tinggi pada sekitar pukul 8 malam.

Seperti dilansir Menshealth, Senin (6/5/2013), hal ini terungkap setelah peneliti mengamati sejumlah orang dewasa sehat dan merekam tingkat kelaparannya sembari meminta mereka menjalankan diet kalori terkontrol selama 13 hari.

Di akhir percobaan, peneliti menemukan bahwa selera makan dan keinginan untuk mengonsumsi makanan padat kalori menurun pada pukul 8 pagi dan mencapai puncaknya 12 jam kemudian alias pukul 20.

"Ritme sirkadian tubuh yang juga berfungsi sebagai alat pacu jantung dan jam biologis ini bisa jadi menghentikan selera makan seseorang untuk mengonsumsi makanan-makanan padat sekaligus mempersiapkan tubuh karena setelah ini ia akan berpuasa semalaman," terang peneliti Steven Shea, Ph.D., seorang pakar fisiologi dari Brigham and Women’s Hospital, AS

Dari situ Shea dan rekan-rekannya pun merekomendasikan satu-satunya trik untuk mengatasi hal ini yaitu dengan memberi tubuh makanan yang dibutuhkannya untuk hibernasi selama 8 jam tanpa perlu menambah berat badan atau membuat perut buncit.

"Jika Anda masih merasa lapar sebelum tidur, cobalah hummus. Makanan ala Timur Tengah ini mengandung protein, serat dan lemak sehat yang seimbang. Selain mengenyangkan, makanan ini juga sarat akan L-tryptophan atau asam amino pemicu rasa kantuk," sarannya.

(vit/vit)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

-

Adi Tagor Harahap, Dr.,Sp.A,DPH

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS. Pondok Indah, Jl. Metro Duta Kav. UE, Pondok Indah Jakarta Selatan, DKI Jakarta, DKI Jakarta Tel: +6221-7692252


View here

Ini Dia yang Bikin Wanita Susah Orgasme

Senin, 29 April 2013 14.21

Jakarta, Dibanding pria, wanita cenderung lebih susah mendapatkan orgasme. Bila Anda salah satunya, coba cek faktor apa saja yang jadi penyebab gangguan orgasme pada wanita.

Disfungsi orgasme adalah ketika seorang wanita tidak dapat mencapai orgasme atau mengalami kesulitan mencapai orgasme saat dia terangsang. Menurut Dr. Andri Wanananda MS, gangguan atau hambatan mencapai orgasme (disfungsi orgasme) pada wanita terdiri dari 3 jenis, yakni:

1. Disfungsi orgasme primer: tidak pernah mencapai orgasme dengan cara apapun sejak awal. Dilansir nlm.nih.gov, kondisi ini dialami oleh 10-15 persen wanita.

2. Disfungsi orgasme sekunder: sebelumnya pernah mencapai orgasme tapi kemudian tidak dapat lagi mencapainya.

3. Disfungsi orgasme situasional: hanya dapat mencapai orgasme melalui cara atau situasi tertentu.

"Kategori ini amat menentukan metode terapinya. Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi yang memahami seksologi untuk menentukan jenis disfungsi orgasme yang Anda alami untuk menetapkan terapinya," jelas Dr. Andri Wanananda MS, seksolog sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth, Senin (29/4/2013).

Banyak faktor yang dapat berkontribusi untuk disfungsi orgasme, antara lain seperti dilansir nlm.nih.gov:

1. Riwayat pelecehan seksual atau pemerkosaan
2. Kebosanan dan monoton dalam aktivitas seksual
3. Obat tertentu, seperti fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), dan sertraline (Zoloft).
4. Gangguan hormonal, perubahan hormonal karena menopause, dan penyakit kronis yang mempengaruhi kesehatan umum dan minat seksual.
5. Kondisi medis yang mempengaruhi pasokan saraf ke panggul (seperti multiple sclerosis, neuropati diabetes, dan cedera sumsum tulang belakang).
6. Sikap negatif terhadap seks (biasanya belajar di masa kecil atau remaja)
7. Rasa malu atau kurangnya citra diri
8. Kurangnya kedekatan emosional dalam hubungan.

Bagaimana mencegahnya?

Sikap yang sehat terhadap seks dan pendidikan tentang rangsangan dan respons seksual akan meminimalkan masalah gangguan orgasme. Mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan seksual dengan pasangan, secara verbal atau nonverbal, juga akan membantu mengurangi gangguan orgasme pada wanita.

Yang juga penting untuk disadari bahwa respons seksual adalah koordinasi kompleks antara pikiran dan tubuh, dan keduanya harus berfungsi dengan baik untuk mencapai orgasme.

(mer/up)

A. Nanis Sacharina Marzuki, Dr.,Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

Lembaga Eijkman, Jl. Diponegoro 69 Jakarta Pusat, DKI Jakarta

Adi Tagor Harahap, Dr.,Sp.A,DPH

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS. Pondok Indah, Jl. Metro Duta Kav. UE, Pondok Indah Jakarta Selatan, DKI Jakarta, DKI Jakarta Tel: +6221-7692252


View here

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.