News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Bikin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bikin. Tampilkan semua postingan

Catat! Ini yang Bisa Bikin Pria Ejakulasi Dini

Selasa, 07 Mei 2013 07.03

Jakarta, Ejakulasi dini mungkin jadi momok untuk kebanyakan pria, sekaligus jadi masalah seks yang cukup umum dialami. Selain karena kondisi kesehatan, ada banyak faktor yang membuat pria 'kalah' di ranjang.

Ejakulasi dini terjadi ketika seorang pria berejakulasi lebih cepat dari yang ia atau pasangannya inginkan. Faktor psikologis dan biologis dapat memainkan peran dalam kondisi ini. Meskipun banyak pria merasa malu untuk membicarakannya, ejakulasi dini adalah kondisi umum dan dapat diobati.

Penyebab pasti ejakulasi dini tidak diketahui. Kondisi ini pernah dianggap hanya psikologis, tapi kini para ahli menyimpulkan ejakulasi dini lebih rumit dan melibatkan interaksi kompleks dari kedua faktor psikologis dan biologis.

Berikut beberapa faktor penyebab terjadinya ejakulasi dini, seperti dilansir Mayo Clinic, Selasa (7/5/2013):

Penyebab psikologis

1. Situasi di mana pria mungkin bergegas untuk mencapai klimaks (takut ketahuan)

2. Perasaan bersalah yang meningkatkan kecenderungan pria untuk terburu-buru menyelesaikan hubungan seksual

3. Disfungsi ereksi. Pria yang cemas tak bisa ereksi atau tak mampu mempertahankan ereksi selama hubungan seksual dapat membentuk pola bergegas untuk ejakulasi, yang dapat sulit untuk berubah.

4. Kecemasan. Banyak pria dengan ejakulasi dini juga memiliki masalah dengan kecemasan, baik secara khusus tentang kinerja seksual atau terkait dengan masalah lain.

5. Stres. Regangan emosional atau mental dalam setiap bidang kehidupan dapat memainkan peran dalam ejakulasi dini, membatasi kemampuan pria untuk bersantai dan fokus selama hubungan seksual.

6. Masalah hubungan dengan pasangan.

Penyebab biologis

1. Kadar hormon yang abnormal
2. Tingkat kimia otak abnormal yang disebut neurotransmiter
3. Aktivitas refleks abnormal dari sistem ejakulasi
4. Masalah tiroid tertentu
5. Peradangan dan infeksi pada prostat atau uretra
6. Kerusakan sistem saraf akibat pembedahan atau trauma
7. Sakau dari obat tertentu yang digunakan untuk mengobati masalah kesehatan mental

(mer/vit)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

-

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSUP. Dr. Cipto Mangunkusomo, jl. Salemba 6 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-317559


View here

Hai Mantan Perokok, Vitamin Ini Bisa Bikin Anda Lebih Sehat

Senin, 06 Mei 2013 09.34

Jakarta, Rokok dapat menyebabkan banyak kerusakan di tubuh penghisapnya. Segera berhenti dan menjauhi perokok adalah satu-satunya cara menghindari dampaknya. Untuk memperbaiki kondisi setelah berhenti merokok, mantan perokok juga bisa mengonsumsi vitamin.

Penelitian terbaru yang telah dipresentasikan dalam Annual Experimental Biology Meeting di Boston, menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin E setelah berhenti merokok dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Dalam penelitian tersebut, peneliti merekrut 30 perokok untuk menjauhkan diri dari rokok selama seminggu. Setengah dari partisipan diberikan gamma tocopherol (jenis vitamin E) selama waktu itu, sedangkan sisanya diberikan plasebo.

Kecil, tapi hasil yang menggembirakan. Meskipun setiap orang yang berhenti merokok menunjukkan peningkatan 2,8 persen dalam fungsi pembuluh darah, orang yang mengonsumsi vitamin E mendapatkan tambahan peningkatan sebesar 1,5 persen.

"Saya tahu ini tampaknya sepele ketika melihat angka-angka ini, tapi ini sebenarnya cukup menarik," jelas penulis studi, Richard Bruno, Ph.D., seorang profesor di The Ohio State University, seperti dilansir Menshealth, Senin (6/5/2013).

Menurut penelitian terakhir, setiap kenaikan 1 persen dalam fungsi vaskular atau peningkatan kemampuan pembuluh darah untuk membesar, diterjemahkan menjadi penurunan 13 persen risiko terkena penyakit jantung.

Bruno mengatakan Anda dapat menemukan gamma tocopherol dalam kacang-kacangan, termasuk pistachio dan kacang mete, dan di berbagai minyak goreng, seperti sayur, kedelai, dan kanola. Anda juga bisa mendapatkan gamma tocopherol dalam bentuk suplemen, tapi bukan dari vitamin E kebanyakan.

(mer/vit)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSIA Permata Cibubur, Jl. Alternatif Cibubur No.6, Cileungsi Cileungsi, Jawa Barat Tel:+6221-845886

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS Rawamangun, Jl. Balai Pustaka Baru No. 15 Rawamangun, DKI Jakarta


View here

Kebiasaan Isap Jempol Waktu Bayi Bisa Bikin Gigi Tonggos

Jumat, 03 Mei 2013 12.53

Jakarta, Anak-anak yang masih bayi paling suka mengisap jempol, mungkin karena mengira jempol mirip dengan puting susu ibunya. Terkadang kebiasaan ini berlanjut hingga balita dan kanak-kanak. Awas, kebiasaan ini bisa membuat gigi rusak dan tonggos.

Diperkirakan hampir 80 persen balita memiliki kebiasaan mengisap jempol. Mengisap jempol merupakan refleks normal yang terjadi pada anak-anak untuk menenangkan diri saat mengalami stres. Bagi orang tua, kebiasaan ini terlihat menenangkan. Tapi bagi bayi, kebiasaan ini bisa membuat giginya tonggos.

"Mengisap jempol bisa membuat gigi tonggos karena kalau dia menghisap jempol, gigi atasnya terdorong keluar, gigi bawah tertekan ke belakang. Jadi sebaiknya kebiasaan ini dihindari dari anak kecil mulai tumbuh gigi," jelas drg Dedy Yudha Rismanto Sp Perio, pakar periodonsia dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia seperti ditulis Jumat (3/5/2013).

Potensi terjadinya kerusakan akan semakin besar saat gigi susu sudah berganti dengan gigi permanen. Selain itu, intensitas mengisap jempol juga ikut mempengaruhi tingkat kerusakan. Jika intensitasnya kuat, maka bisa menyebabkan kerusakan gigi yang permanen.

"Kecenderungan mengisap jempol ini terjadi saat balita, tapi sampai masa remaja masih bisa mempengaruhi gigi tonggos. Untuk mengatasinya bisa bisa ke ortodontik. Kalau ekstrim sekali, baru pendekatannya pakai operasi. Tapi kalau yang tidak parah pakai prosedur ortodentik biasa seperti behel saja," terang drg Yudha.

Para ahli menyarankan kepada orang tua agar tidak memberi dorongan kepada anaknya untuk mengisap jempol. Namun di sisi lain, hindari memberikan tekanan karena akan meningkatkan stres dan keinginan anak untuk mengisap jempol.

Untuk membantu mengatasi anak yang mengisap jempol diperlukan terapi seperti memberikan sarung tangan kecil pada jari-jarinya, terutama saat malam hari. Jika anak mengisap jempol karena cemas atau stres, berilah hiburan atau pelukan yang bisa memberikan rasa nyaman bagi anak.

Selain membuat tonggos, ada juga beberapa kerusakan yang ditimbulkan akibat mengisap jempol, yaitu penyelarasan gigi yang tidak normal (malocclusion), kerusakan struktur langit-langit mulut, hingga terkadang menyebabkan anak menjadi cadel.

(pah/up)

Adnan Suryatna Wiharta, Dr., Sp.A(K)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

Klinik Dr. Adnan S. Wiharta, Jl. Percetakan Negara C267 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-424225

Agnes Yunie Purwita Sari, Dr.,Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS Persahabatan, Jl. RS Persahabatan Rawamangun Jakarta Timur, DKI Jakarta


View here

Alenia Pictures Bikin Film Anak-anak untuk Imbangi Film Hollywood

Kamis, 02 Mei 2013 23.53

Jakarta - Berawal dari keprihatinan akan minimnya film anak-anak, Ari Sihasale dan Nia Zulkarnain mendirikan rumah produksi Alenia Pictures. Pasangan suami-istri itu kemudian fokus membuat film untuk anak-anak agar bisa mengimbangi dominasi film Hollywood di bioskop.

Nia dan Ari yang memiliki banyak keponakan kadang mengisi liburan dengan pergi ke bioskop. Namun yang mereka tonton selalu summer movie Hollywood.

"Jadi dari situ saat kita membuat Alenia Pictures kenapa kita nggak buat film anak-anak? Pada saat kita membuat 'Denias' waktu itu tahun 2006 itu masih belum banyak," ucap Nia saat ditemui di FX, Plaza, Kamis (2/5/2013).

Nia beranggapan, dunia anak-anak yang identik dengan keceriaan adalah masa yang tak akan dilupakan bagi mereka. Oleh karena itu ia ingin berkomitmen untuk memberikan konten hiburan yang seru, namun tetap mengedukasi.

Alenia Pictures kemudian membuat 'Liburan Seru!' (2008), 'King' (2009), 'Tanah Air Beta' (2010), dan 'Serdadu Kumbang' (2011). Saat ini mereka juga sedang terlibat dalam sebuah acara yang menjaring bakat anak-anak untuk membuat film.

Lalu, apakah Nia dan Ari tak berkeinginan untuk membuat film drama atau film untuk orang dewasa yang lebih komersil?

"Kita juga sempat kepikiran, tapi selalu anak-anak yang mengingatkan kita kembali ‘nanti kita punya film apa dong’. Jadi akhirnya ya udah tiap tahun bikin film anak lagi," pungkasnya.

(ich/mmu)


View the original article here

Ini Dia yang Bikin Wanita Susah Orgasme

Senin, 29 April 2013 14.21

Jakarta, Dibanding pria, wanita cenderung lebih susah mendapatkan orgasme. Bila Anda salah satunya, coba cek faktor apa saja yang jadi penyebab gangguan orgasme pada wanita.

Disfungsi orgasme adalah ketika seorang wanita tidak dapat mencapai orgasme atau mengalami kesulitan mencapai orgasme saat dia terangsang. Menurut Dr. Andri Wanananda MS, gangguan atau hambatan mencapai orgasme (disfungsi orgasme) pada wanita terdiri dari 3 jenis, yakni:

1. Disfungsi orgasme primer: tidak pernah mencapai orgasme dengan cara apapun sejak awal. Dilansir nlm.nih.gov, kondisi ini dialami oleh 10-15 persen wanita.

2. Disfungsi orgasme sekunder: sebelumnya pernah mencapai orgasme tapi kemudian tidak dapat lagi mencapainya.

3. Disfungsi orgasme situasional: hanya dapat mencapai orgasme melalui cara atau situasi tertentu.

"Kategori ini amat menentukan metode terapinya. Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi yang memahami seksologi untuk menentukan jenis disfungsi orgasme yang Anda alami untuk menetapkan terapinya," jelas Dr. Andri Wanananda MS, seksolog sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth, Senin (29/4/2013).

Banyak faktor yang dapat berkontribusi untuk disfungsi orgasme, antara lain seperti dilansir nlm.nih.gov:

1. Riwayat pelecehan seksual atau pemerkosaan
2. Kebosanan dan monoton dalam aktivitas seksual
3. Obat tertentu, seperti fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), dan sertraline (Zoloft).
4. Gangguan hormonal, perubahan hormonal karena menopause, dan penyakit kronis yang mempengaruhi kesehatan umum dan minat seksual.
5. Kondisi medis yang mempengaruhi pasokan saraf ke panggul (seperti multiple sclerosis, neuropati diabetes, dan cedera sumsum tulang belakang).
6. Sikap negatif terhadap seks (biasanya belajar di masa kecil atau remaja)
7. Rasa malu atau kurangnya citra diri
8. Kurangnya kedekatan emosional dalam hubungan.

Bagaimana mencegahnya?

Sikap yang sehat terhadap seks dan pendidikan tentang rangsangan dan respons seksual akan meminimalkan masalah gangguan orgasme. Mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan seksual dengan pasangan, secara verbal atau nonverbal, juga akan membantu mengurangi gangguan orgasme pada wanita.

Yang juga penting untuk disadari bahwa respons seksual adalah koordinasi kompleks antara pikiran dan tubuh, dan keduanya harus berfungsi dengan baik untuk mencapai orgasme.

(mer/up)

A. Nanis Sacharina Marzuki, Dr.,Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

Lembaga Eijkman, Jl. Diponegoro 69 Jakarta Pusat, DKI Jakarta

Adi Tagor Harahap, Dr.,Sp.A,DPH

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS. Pondok Indah, Jl. Metro Duta Kav. UE, Pondok Indah Jakarta Selatan, DKI Jakarta, DKI Jakarta Tel: +6221-7692252


View here

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.