News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Orgasme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orgasme. Tampilkan semua postingan

Sudah 8 Tahun Menikah Tapi Istri Tak Pernah Orgasme

Senin, 06 Mei 2013 10.35


Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta. Semenjak menikah 8 tahun yang lalu saya tidak pernah merasakan yang namanya orgasme saat berhubungan dengan suami saya. Sekarang saya sudah mempunyai anak 1 orang umurnya 4 tahun.

Pertanyaanya kenapa saya tidak bisa mencapai orgasme saat berhubungan dan apa yang harus saya lakukan? Mohon jawabannya saya ingin sekali merasakan bagaimana orgasme itu.

Eva (Wanita menikah, 37 tahun), nelfiXXXX@ymail.com
Tinggi badan 149 cm dan berat badan 55 kg

Jawaban

Gangguan atau hambatan mencapai orgasme (disfungsi orgasme) pada wanita terdiri atas 3 jenis :

1. Disfungsi orgasme primer: tidak pernah mencapai orgasme dengan cara apapun sejak awal.

2. Disfungsi orgasme sekunder: sebelumnya pernah mencapai orgasme tapi kemudian tidak dapat lagi mencapainya.

3. Disfungsi orgasme situasional: hanya dapat mencapai orgasme melalui cara atau situasi tertentu.

Dari 3 jenis disfungsi orgasme tersebut di atas, masih diragukan apakah Anda tergolong disfungsi orgasme primer.

Bila Anda melakukan rangsangan sendiri secara manual (dengan jari tangan) pada zona erotik, misalnya pada klitoris vagina, Anda bisa menikmati orgasme, Anda tergolong disfungsi orgasme-situasional.

Kategori ini amat menentukan metode terapinya. Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi yang memahami seksologi untuk menentukan jenis disfungsi orgasme yang Anda alami untuk menetapkan terapinya.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/vit)

Punya Pertanyaan Seputar Kesehatan? Silahkan Klik di Sini


View here

Ini Dia yang Bikin Wanita Susah Orgasme

Senin, 29 April 2013 14.21

Jakarta, Dibanding pria, wanita cenderung lebih susah mendapatkan orgasme. Bila Anda salah satunya, coba cek faktor apa saja yang jadi penyebab gangguan orgasme pada wanita.

Disfungsi orgasme adalah ketika seorang wanita tidak dapat mencapai orgasme atau mengalami kesulitan mencapai orgasme saat dia terangsang. Menurut Dr. Andri Wanananda MS, gangguan atau hambatan mencapai orgasme (disfungsi orgasme) pada wanita terdiri dari 3 jenis, yakni:

1. Disfungsi orgasme primer: tidak pernah mencapai orgasme dengan cara apapun sejak awal. Dilansir nlm.nih.gov, kondisi ini dialami oleh 10-15 persen wanita.

2. Disfungsi orgasme sekunder: sebelumnya pernah mencapai orgasme tapi kemudian tidak dapat lagi mencapainya.

3. Disfungsi orgasme situasional: hanya dapat mencapai orgasme melalui cara atau situasi tertentu.

"Kategori ini amat menentukan metode terapinya. Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi yang memahami seksologi untuk menentukan jenis disfungsi orgasme yang Anda alami untuk menetapkan terapinya," jelas Dr. Andri Wanananda MS, seksolog sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth, Senin (29/4/2013).

Banyak faktor yang dapat berkontribusi untuk disfungsi orgasme, antara lain seperti dilansir nlm.nih.gov:

1. Riwayat pelecehan seksual atau pemerkosaan
2. Kebosanan dan monoton dalam aktivitas seksual
3. Obat tertentu, seperti fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), dan sertraline (Zoloft).
4. Gangguan hormonal, perubahan hormonal karena menopause, dan penyakit kronis yang mempengaruhi kesehatan umum dan minat seksual.
5. Kondisi medis yang mempengaruhi pasokan saraf ke panggul (seperti multiple sclerosis, neuropati diabetes, dan cedera sumsum tulang belakang).
6. Sikap negatif terhadap seks (biasanya belajar di masa kecil atau remaja)
7. Rasa malu atau kurangnya citra diri
8. Kurangnya kedekatan emosional dalam hubungan.

Bagaimana mencegahnya?

Sikap yang sehat terhadap seks dan pendidikan tentang rangsangan dan respons seksual akan meminimalkan masalah gangguan orgasme. Mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan seksual dengan pasangan, secara verbal atau nonverbal, juga akan membantu mengurangi gangguan orgasme pada wanita.

Yang juga penting untuk disadari bahwa respons seksual adalah koordinasi kompleks antara pikiran dan tubuh, dan keduanya harus berfungsi dengan baik untuk mencapai orgasme.

(mer/up)

A. Nanis Sacharina Marzuki, Dr.,Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

Lembaga Eijkman, Jl. Diponegoro 69 Jakarta Pusat, DKI Jakarta

Adi Tagor Harahap, Dr.,Sp.A,DPH

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS. Pondok Indah, Jl. Metro Duta Kav. UE, Pondok Indah Jakarta Selatan, DKI Jakarta, DKI Jakarta Tel: +6221-7692252


View here

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.