News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Hingga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hingga. Tampilkan semua postingan

Dandan Hingga Suapi Anak, Kegiatan yang Dilakukan Orang Tua Sambil Nyetir

Selasa, 07 Mei 2013 07.30

Jakarta, Orang tua biasanya memberikan nasihat pada anaknya untuk tidak melakukan aktivitas lain saat mengendarai kendaraan. Namun survei justru menunjukkan 90 persen orang tua tetap melakukan aktivitas lain meskipun sedang mengemudi.

Melakukan aktivitas lain saat mengemudi seperti menelepon, membalas pesan teks, atau mengganti CD bisa mengurangi fokus terhadap jalanan. Akibatnya, tidak sedikit terjadi kecelakaan akibat multi-tasking saat berkendara, seperti dikutip dari Fox News, Selasa (7/5/2013).

Bagi orang tua, aktivitas lain yang dilakukan selagi mengemudi bisa bermacam-macam, termasuk di antaranya menyuapi anak, mengambil mainan anak yang jatuh. Selain itu, ada pula aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan anak seperti dandan atau makan.

"Selama ini pencegahan lebih mengarah pada remaja. Namun, hasil kami menunjukkan orang tua juga sering terganggu saat mengemudi," ungkap dr Michelle Macy, peneliti dari University of Michigan.

Para peneliti melakukan survei pada 600 orang tua yang anaknya berusia 1-12 tahun dan pernah mendapatkan perawatan inap di Michigan karena alasan apapun. Setengah dari responden menyatakan anak mereka dirawat akibat kecelakaan. Kecelakaan ini terjadi akibat para orang tua ini mengemudi sambil mencari arah dengan peta atau GPS.

Responden juga diwawancarai tentang jenis pengaman di mobil untuk anak yang mereka gunakan. Peneliti menilai apakah pengaman yang digunakan responden sesuai dengan usia anak mereka, misalnya apakah mereka menggunakan kursi mobil untuk anak di bawah usia 3 tahun atau sabuk pengaman untuk anak yang berusia 8-12.

Orang tua yang tidak menggunakan jenis pengaman yang sesuai dengan usia anaknya lebih mungkin terganggu saat mengemudi, dibandingkan dengan mereka yang menggunakan pengaman sesuai usia anaknya.

Bagi orang tua, ada baiknya mulai menularkan kebiasaan baik pada anak dengan tidak melakukan aktivitas lain saat berkendara. Selain itu, untuk mengurangi gangguan, berikan pengaman yang tepat sesuai dengan usia anak.

(vit/vit)

Adi Tagor Harahap, Dr.,Sp.A,DPH

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS. Pondok Indah, Jl. Metro Duta Kav. UE, Pondok Indah Jakarta Selatan, DKI Jakarta, DKI Jakarta Tel: +6221-7692252

Agnes Yunie Purwita Sari, Dr.,Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS Persahabatan, Jl. RS Persahabatan Rawamangun Jakarta Timur, DKI Jakarta


View here

Uje pernah Jadi Penari di Dufan Hingga Jadi 'Bang Toyib'

Senin, 06 Mei 2013 08.05

Jakarta - Setelah bertobat dan memilih menjadi mubaliq, ustad Jeffry mengalami perubahan. Dari tadinya anak muda yang kerap bergaul dengan dunia malam, ia menjadi 'Bang Toyib'.

Menurut sang kakak, Aswan Fasial, Uje menjadi jarang pulang karena sibuk mendapat undangan dakwah. "Setelah itu Uje jadi bang Toyib, jarang pulang. Dakwahnya di mana-mana. Makanya dia sering merasa kelelahan," ujarnya.

Namun Aswan menilai hal itu memang sebanding dengan apa yang diperjuangkan Uje. Jauh sebelum menjadi mubliq dan model, Uje juga pernah mengalami masa sulit.

Diceritakan Aswan, Uje sempat bekerja sebagai penari di taman rekreasi Dunia Fantasi (Dufan), Ancol. Karena banyaknya jenis pekerjaan pula yang membuat Uje sangat fleksibel.

"Dia juga pernah menjadi penari kontemporer di Dunia Fantasi. Dia juga pernah main film bareng Gugun dan kawan-kawan. Jadi emang Uje ini sudah terbiasa hidup di segala kalangan," tuturnya.

(kmb/mmu)


View the original article here

Garuda Siap Tambah 39 Pesawat Baru Hingga Akhir Tahun

Selasa, 30 April 2013 06.44

Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menambah 39 unit jumlah pesawat baru hingga akhir 2013. Penambahan pesawat tersebut untuk meningkatkan pengembangan perusahaan,

"Total penambahan pesawat 39 tahun ini. 24 Garuda, plus 15 Citilink," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar usai acara paparan kinerja kuartal I-2013, di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Emirsyah mengatakan untuk pengembangan perusahaan, perusahaan telah menyiapkan total anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar US$ 300-400 juta.

Besaran capex itu diperoleh perseroan selain dari kas internal juga didapat dari rencana penerbitan obligasi sebesar Rp 2 triliun yang akan diterbitkan pada Juni tahun ini.

"Capex semuanya untuk pengembangan perusahaan berupa penambahan pesawat," ujarnya.

Emir mengatakan, pihaknya telah menunjuk Mandiri Sekuritas dan Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi.

Sepanjang 2013 Garuda telah menerima enam pesawat baru dari 24 pesawat yang direncanakan. Pesawat yang telah datang terdiri dari empat Airbus A320 untuk Citilink, dan dua Bombardier CRJ-1000 Next Generation.

"Sampai kuartal pertama kami sudah memiliki 112 pesawat dengan rata-rata usia 6,6 tahun," kata dia.

Seluruh pesawat akan ditempatkan di hub baru Garuda Indonesia, yaitu Medan. Medan merupakan hub keempat perseroan yang akan dibuka di Mei 2013. Melalui Medan Garuda Indonesia akan melayani penerbangan langsung dari Medan menuju kota-kota seperti Pekanbaru, Batam, Aceh, Padang, dan Penang.

(hen/hen)


Sumber Artikel

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.