News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Lokasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lokasi. Tampilkan semua postingan

Dor! Ada Baku Tembak di Lokasi Syuting J.Lo

Senin, 06 Mei 2013 08.14

Jakarta - Bertempat di sebuah pantai nan eksotis di wilayah Florida, Amerika Serikat Jennifer Lopez (J.Lo) tengah menggarap video klip terbarunya 'Live It Up', Sabtu (4/5/2013 ) lalu. Tapi, dor! Tiba-tiba ada suara tembakan di lokasi tersebut.

Sontak, mendengar suara tembakan itu J.Lo langsung digendong oleh para pengawalnya. Entah suara itu berasal dari mana, pihak kepolisian telah mengumumkan tak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Sampai kini belum ada keterangan lebih jauh mengenai peristiwa tersebut. Tak diketahui juga apakah pembuatan video klip terus berlanjut atau rehat karena kejadian itu.

Dalam video klip tersebut J.Lo yang mengenakan kaftan tipis berawarna hijau tampil seksi, berjalan di sepanjang pantai. Lagu 'Live It Up' merupakan hasil kolaborasi J.Lo dengan Pitbull dan Eva Marcille.

Dalam video itu, Eva Marcille yang merupakan alumni America’s Next Top Model tak kalah seksi dengan bikini 'two pieces'. Sedangkan Pitbull sebelumnya sudah sering berkolaborasi dengan juri American Idol tersebut.

(fk/mmu)


View the original article here

Penghianat Pembocor Keberadaan Lokasi Osama Bin Laden pun Hidupnya Sengsara

Sabtu, 27 April 2013 23.54

Home » Berita » Dunia Islam » Penghianat Pembocor Keberadaan Lokasi Osama Bin Laden pun Hidupnya Sengsara

10Sebanyak 16 wanita yang bekerja sebagai petugas kesehatan di Pakistan dianggap telah berkhianat terhadap negaranya. Mereka dianggap telah membocorkan informasi berharga soal keberadaan pemimpin kelompok militan Al-Qaeda, Osama Bin Laden kepada CIA.

Diberitakan BBC, Jumat 25 April 2013, salah satu petugas kesehatan wanita itu adalah Akhtar Bibi (49). Menurut data dari BBC, persembunyian Bin Laden berhasil terbongkar setelah contoh DNA-nya diperoleh melalui kampanye vaksinasi palsu. Bin Laden akhirnya tewas ditembak oleh Tentara Angkatan Laut AS dalam sebuah operasi rahasia di kota Abbottabad pada 2 Mei 2011 lalu.

Kampanye vaksinasi palsu itu dipimpin langsung oleh dr. Shakeel Afridi yang diduga memberikan informasi kepada CIA. Pertemuan pertama mengenai kampanye vaksinasi itu terjadi pada 16 Maret 2011 lalu.

“Pada saat itu, beberapa pejabat berwenang senior departemen kesehatan hadir, termasuk pengawas kami dan koordinator distrik tambahan. Mereka lalu mengenalkan dr. Shakeel Afriadi sebagai koordinator program tersebut,” ujar Begum.

Afriadi kemudian memberikan informasi singkat kepada semua pekerja kesehatan. Dia ingin mendatangi tiap rumah dan mengetuk dari pintu ke pintu untuk berkampanye soal imunisasi kepada wanita berusia antara 15 hingga 49 tahun dalam melawan penyakit Hepatitis B.

Afriadi kemudian mengatakan kampanye akan terkonsentrasi di dua daerah yang berdekatan yaitu Nawanshehr dan kota Bilal, di Abbottabad. Kampanye gelombang pertama dilakukan pada tanggal 16 dan 17 Maret 2011 dan dipusatkan di daerah Nawanshehr, di mana salah satu pemimpin al-Qaeda, Abu Faraj al-Libbi diketahui bersembunyi.

Kemudian kampanye vaksinasi berlanjut di tanggal 12-14 April 2011 dan pada tanggal 20-21 April 2011. Di kampanye terakhir, Afriadi memutuskan untuk memfokuskan kegiatan di kota Bilal, yang diduga menjadi tempat persembunyian Bin Laden.

“Sembilan pekerja yang dibagi ke dalam tiga kelompok menyisir kota Bilal selama dua hari. dr. Afridi sendiri yang mengawasi kampanye itu. Dia bahkan menyewa dua mobil van untuk kami,” ujar Bibi.

Bibi mengaku memang sempat mampir di depan komplek yang diduga menjadi tempat persembuyian Bin Laden pada 21 April, tetapi tidak ada satu orang pun yang merespon ketika mereka mengetuk pintu. Dia tidak tahu bagaimana Afriadi akhirnya berhasil masuk ke dalam rumah itu dan mendapat contoh DNAnya.

“Yang pasti dia mengatakan sangat penting untuk mengimunisasi orang-orang di rumah ini,” kata Bibi menirukan kalimat Afridi.

Begitulah penghianat, tidak ada kenyamanan setelah berkhianat , Bibi dan 16 pekerja kesehatan wanita lainnya terpaksa harus kehilangan pekerjaan mereka pada Februari 2012. Sementara menurut pejabat berwenang provinsi, dan Afridi hilang tak jelas, tetapi menurut informasi Afridi disembunyikan atau  ditahan oleh agen intelijen Pakistan.

Sejak kehilangan pekerjaan, Bibi saat ini terpaksa harus membanting tulang untuk menghidup keenam saudara kandungnya yang menganggur di rumah. Dia harus menyambung hidup dengan menjadi asisten rumah tangga dan hanya mendapat bayaran senilai US$1 atau Rp10 ribu per hari.

“Ketika saya kehilangan pekerjaan, penyakit darah tinggi saya mulai kambuh. Situasi saya semakin memburuk karena suami saya memutuskan untuk tinggal bersama istri keduanya, karena menurut dia saya sudah dilabeli buruk oleh orang-orang,” ujar Bibi lirih. (Vv/Dz)


Sumber Artikel

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.