News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Pakai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakai. Tampilkan semua postingan

Kontrasepsi Istri Daus Mini Meleset, Seberapa Amankah Pakai Spiral?

Kamis, 09 Mei 2013 07.28

Banda Aceh, Beberapa saat yang lalu, istri pelawak Daus Mini harus menjalani operasi di rumah sakit lantaran alat kontrasepsi yang dipakainya mendekati bagian usus. Alat kontrasepsi spiral yang dipakai ini merupakan salah satu bentuk kontrasepsi kontrasepsi intrauterine device (IUD).

Sebenarnya, kontrasepsi spiral ini merupakan alat kontrasepsi yang paling ideal bagi beberapa perempuan. Alasannya karena bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama dan terhitung aman digunakan. Namun dengan adanya kasus yang dialami istri Daus Mini ini, bisa jadi timbul keraguan di benak publik.

"Seumur-umur saya kerja di BKKBN, 30 tahun, baru kali ini saya mendengar itu. Peserta IUD ini sudah lebih dari 4 juta orang, jadi ini kejadian luar biasa dan baru terdengar kali ini. Yang luar biasa ini perlu juga mendapat perhatian," kata dr Muhammad Tri Tjahjadi, MPH, Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN).

Hal tersebut disampaikan Tri dalam acara peluncuran Pesona AMOR yang diselenggarakan BKKBN di pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, Rabu (8/5/2013).

Tri menjelaskan bahwa pemasangan IUD seharusnya melewati persetujuan akseptor KB dan juga ada mekanisme kontrol yang sudah dibakukan. Biasanya, kontrol dilakukan dalam waktu 2 minggu, lalu dilanjutkan lagi 3 dan 6 bulan kemudian. Apabila terjadi pergeseran alat hingga sampai ke dekat usus, besar kemungkinan mekanisme standar pelayanan baku tersebut tidak terpenuhi.

Menurut pengakuan istri Daus sendiri, pemasangan spiral IUD sudah dilakukan setahun sebelumnya. Rasa sakit yang dialami juga sudah cukup lama dikeluhkan, namun awalnya rasa sakit itu dikira karena bekas operasi caesar kelahiran anak pertama.

"Maka dari itu sebaiknya dicek sudah berapa lama lalu dicek seperti apa tipenya. Sebab tipenya berbeda-beda, begitu juga insidennya, tapi manfaatnya bagus semuanya," terang Tri.

Lebih lanjut lagi, Tri menjelaskan bahwa pemasangan IUD ini juga harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih. Bidan pun sebenarnya boleh, asal terlatih dan sudah mendapat izin dari pemerintah daerah setempat. Pelatihan pemasangan IUD pada bidan ini biasanya berlangsung selama seminggu.

IUD yang kurang dipasang dengan baik sendiri biasanya menyebabkan eksklusi atau pengeluaran. Pemakainya seringkali tidak menyadari dan merasa sudah menggunakan IUD, padahal kemungkinan hamil masih cukup besar.

"Eksklusi itu 2 dari 1.000 ada kemungkinannya. Makanya kehati-hatian waktu memasang itu sangat penting dan kontrol pertama itu sangat penting," imbuh Tri.

Untuk tenaga bidan sendiri, Tri menerangkan bahwa pengawasan dari pemerintah dan organisasi profesi selalu dilakukan. Begitu juga untuk peralatannya, baik yang didapat dari BKKBN ataupun yang beli sendiri.

(pah/vit)

Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)

Konsultasi Dokter Gigi (drg)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSIA Permata Cibubur, Jl. Alternatif Cibubur No.6, Cileungsi Cileungsi, Jawa Barat Tel:+6221-845886


View here

Maksud Hati Ingin Cantik Pakai Lipstik, Malah Kena Risiko Kanker

Jumat, 03 Mei 2013 13.31

Jakarta, Kosmetik merupakan senjata utama bagi wanita untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Tapi bagaimana jika salah satu kosmetik andalan Anda yaitu lipstik atau lip gloss justru dikatakan dapat menyebabkan kanker karena kandungannya yang berbahaya?

Sekelompok peneliti dari AS menemukan beberapa merek lipstik populer yang dijual di berbagai apotek dan department strore di Amerika terbukti mengandung logam beracun yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi orang yang memakainya.

Awalnya tim peneliti dari Berkeley's School of Public Health, University of California meminta 12 gadis berusia 14-19 tahun yang tergabung dalam kelompok pemuda Asia dan tinggal di wilayah dengan penduduk berpendapatan rendah di Oakland, California untuk mencatat merek dan nama produk dari semua jenis lip gloss yang sering mereka pakai di rumah.

Kemudian peneliti membawa daftar ini ke toko dan membeli produk-produk tersebut dengan jumlah 32 buah (8 lipstik dan 24 lip gloss). Setelah dilakukan tes spektrometri, peneliti menemukan kandungan logam timah, kadmium, kromium, aluminium dan lima logam lainnya dengan kadar yang dapat terdeteksi dalam produk-produk tersebut, artinya kadar kandungan logam-logam tersebut cukup signifikan.

Seperti dilansir cbsnews, Jumat (3/5/2013), timah ditemukan pada 24 produk atau 75 persen dari keseluruhan produk yang diuji dan kesemua produk tersebut terbukti mengandung ketiga jenis logam yaitu mangan, titanium dan aluminium.

Separuh produk mengandung timah dengan konsentrasi di atas 0,1 parts per million (ppm) atau konsentrasi logam yang ada pada kemasan penutup permen yang seringkali dikonsumsi anak-anak di Amerika dan disetujui FDA.

Namun konsentrasi logam antara satu produk dengan produk lain bervariasi. Misalnya, peneliti menemukan sebuah produk yang memiliki konsentrasi kromium yang tertinggi (9,72 ppm) dan konsentrasi kadmium, mangan dan timah tertinggi kedua (masing-masing 2,16 ppm; 35,3 ppm dan 1,25 ppm).

Sayangnya peneliti tidak menemukan pola yang jelas untuk memprediksi kadar toksin atau racun berdasarkan merek, warna, jenis dan harga produk (yang berkisar antara 6-24 dollar Amerika).

Disamping itu, peneliti juga menganalisis potensi risiko paparan toksin melalui perbandingan frekuensi penggunaan lipstik dengan konsentrasi toksin yang ditemukan di dalamnya. Hasilnya digolongkan ke dalam dua kategori: 'penggunaan rata-rata' dan 'penggunaan berat'.

Peneliti mengklaim paparan kromium dari 10 produk terbukti melebihi paparan harian yang dapat ditolerir jika diukur dengan 'penggunaan rata-rata'. Kromium diketahui sebagai salah satu karsinogen bagi manusia karena dapat menyebabkan kanker paru-paru atau tumor di perut jika dihirup atau ditelan.

Sedangkan 'penggunaan berat' dapat menyebabkan paparan aluminium yang berlebihan pada satu produk yang diuji, begitu pula dengan paparan kromium pada 22 produk yang diuji. Tak hanya itu, konsentrasi mangan yang berpotensi bahaya juga ditemukan pada tujuh produk yang diuji.

Jenis logam lain yang ditemukan yaitu kadmium adalah karsinogen lain yang juga dapat menyebabkan kanker paru-paru dan kerusakan pada sistem pernafasan ketika dihirup. Peneliti menduga 'penggunaan berat' pada 10 produk yang mereka uji juga dapat menyebabkan kelebihan paparan kadmium pada orang yang memakainya.

Kendati begitu perkiraan paparan timah pada produk-produk ini ternyata masih di bawah kadar paparan harian yang dapat ditolerir, meski penggunaannya tinggi. Namun peneliti memperingatkan jika anak-anak berisiko tinggi terhadap efek paparan timah tersebut, terutama pada anak-anak karena sejauh ini efek timah paling menonjol ditemukan pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

"Tapi penemuan kandungan logam-logam ini semata tidaklah penting, yang terpenting adalah konsentrasinya. Pasalnya beberapa logam beracun ternyata mempunyai konsentrasi yang dapat memberikan dampak jangka panjang," tandas ketua tim peneliti S. Katharine Hammond, profesor ilmu kesehatan lingkungan dari UC Berkeley.

Hammond dan rekan-rekannya menyimpulkan jika lipstik dan lip gloss bisa saja memberikan risiko spesifik bagi para konsumen karena produk-produk itu akan tertelan dan terhirup sedikit demi sedikit oleh orang-orang yang menggunakannya. Untuk itu, peneliti pun merekomendasikan agar setelah seharian dipakai, bekas lipstik harus dibersihkan dengan benar agar paparan logamnya berkurang.


(vit/vit) Ade Djanwardi Pasaribu, Dr., Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

-RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh 24 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-34418

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSAB Harapan Kita, Jl. Letjen S.Parman Kav.87, Slipi Jakarta Barat, DKI Jakarta Tel:+6221-5668284


View here

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.