News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Tanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanda. Tampilkan semua postingan

Suka Membicarakan Diri Sendiri? Itu Tanda Anda Depresi

Kamis, 09 Mei 2013 07.35

Jakarta, Konon semakin tinggi tingkat intelijensia seseorang maka kecenderungannya untuk berbicara sendiri juga akan meningkat, meski hal itu disertai dengan tingkat depresi yang cukup tinggi. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang suka membicarakan dirinya sendiri? Baru-baru ini sebuah studi mengungkap bahwa orang yang sering membicarakan dirinya sendiri juga lebih berisiko menderita depresi dan mudah gelisah.

Tim peneliti dari University of Kassel, Jerman menemukan bahwa orang yang paling sering menggunakan kata ganti orang pertama tunggal seperti 'saya' atau 'aku' lebih cenderung mengalami depresi ketimbang orang yang lebih suka memakai kata ganti orang pertama jamak seperti 'kita' atau 'kami'.

Kesimpulan itu diperoleh peneliti setelah mewawancarai 15 pria dan 103 wanita yang sebagian besar tengah menjalani terapi karena mengidap depresi dan gangguan kecemasan. Setiap partisipan ditanyai tentang masa lalu mereka, kondisi hubungan asmara mereka dan persepsi partisipan tentang dirinya sendiri.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa partisipan yang sering menggunakan kata-kata seperti 'saya' atau 'aku' terlihat lebih depresi daripada partisipan yang suka menggunakan 'kami' atau kita'.

Tak hanya itu, orang yang suka mengatakan 'saya' atau 'aku juga dilaporkan lebih sering menemui kesulitan untuk memperlihatkan perilaku antarpersonal atau berinteraksi dengan orang lain. Misalnya orang-orang ini lebih rentan menjadi caper (cari perhatian) dan tak mampu menghabiskan waktunya seorang diri.

Sebaliknya, orang-orang yang lebih suka memakai kata-kata seperti 'kami' atau kita' lebih pandai menjaga batasan antara kehidupan sosial dengan kehidupan asmara atau rumah tangganya tapi tetap mempunyai kehidupan sosial yang sehat.

"Penggunaan kata ganti orang pertama tunggal memperlihatkan bahwa orang yang bersangkutan suka menonjolkan bahwa dirinya sendiri adalah entitas yang berbeda, sedangkan penggunaan kata ganti orang jamak menekankan bahwa orang yang bersangkutan merupakan bagian dari kehidupan sosial," terang ketua tim peneliti Dr. Johannes Zimmerman kepada Medical Daily, seperti dilansir Daily Mail, Kamis (9/5/2013).

Dr. Zimmerman juga percaya jika orang-orang yang sering menggunakan kata ganti orang pertama tunggal cenderung memperlihatkan perilaku 'needy' alias seringkali mengharapkan bantuan dari orang lain.

(vit/vit)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSUP. Dr. Cipto Mangunkusomo, jl. Salemba 6 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-317559

Agnes Yunie Purwita Sari, Dr.,Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS Persahabatan, Jl. RS Persahabatan Rawamangun Jakarta Timur, DKI Jakarta


View here

Ini 7 Tanda Seorang Wanita Punya Kemampuan Hebat di Atas Ranjang

Senin, 06 Mei 2013 09.43

Jakarta, Wanita memang menyimpan banyak misteri yang tak mudah dipahami. Ada kalanya dia lemah lembut, namun sesekali bisa berubah liar di tempat tidur. Di lain waktu, dia cenderung diam dan pasif. Untuk masalah performa seksual, para ahli berupaya mencari petunjuk yang tersirat.

"Ini sangat sulit diukur. Tumit yang tinggi, rok yang pendek dan cara berjalan hanya berarti sedikit. Itu adalah tanda-tanda niat, tapi bukan tanda-tanda bahwa dia baik di tempat tidur dan kompatibel dengan Anda," kata Helen Fisher, Ph.D., seorang antropolog di Rutgers University.

Seperti dilansir Men's Health, Senin (6/5/2013), berikut adalah beberapa tanda seorang wanita hebat di atas ranjang.

1. Lugas
Wanita yang tahu dan mengatakan apa yang diinginkan, bahkan ketika menjawab pertanyaan biasa, cenderung bersikap tegas di tempat tidur. Wanita yang tegas umumnya bertanggung jawab atas kesenangannya dan tidak membuat pasangan bersusah payah untuk menebak.

"Selera orang di tempat tidur beragam seperti selera makanan. Seseorang mungkin menyukai makanan Jepang tetapi membenci pizza. Wanita saat ini tidak malu. Mereka sekarang lebih berpengalaman dan lebih menuntut," kata Fisher.

2. Perhatikan Cara Makannya
"Perhatikan bagaimana caranya makan dan menggunakan garpu. Apakah dia menikmati? Apakah dia sensual? Jika seseorang makan perlahan, mungkin mereka ingin bercinta untuk waktu yang lama. Saya adalah salah satu orang yang makannya paling lambat yang saya tahu," kata Candida Royalle, produser film dewasa.

3. Perhatikan Selera Es Krimnya
Alan Hirsch, MD, ahli saraf dan direktur Smell and Taste Treatment Research Foundation di Chicago pernah melakukan penelitian terhadap 720 orang berusia 24 - 59 tahun. Dia membandingkan tes kepribadian, rasa es krim favorit, es krim favorit pasangan dan dan status hubungan.

Pecinta es krim kopi ternyata memiliki karakter dramatis, menggoda, genit, paling romantis dan kompatibel dengan penggemar rasa stroberi. Penyuka vanilla cenderung emosional, ekspresif dan suka mengumbar kemesraan, cocok dengan pria yang atletis. Sedangkan penggemar mint chocolate chip cenderung cocok satu sama lain.

4. Cara Bicaranya Mirip
"Hal pertama yang harus dicari adalah pantulan perilaku dan kecepatan verbal. Artinya, jika kecepatan dan perilaku nonverbalnya cocok, maka kemungkinan perilaku seksualnya juga cocok. Jika seseorang tampaknya lambat bergerak dan orang lain tampak gelisah, mereka akan memiliki perbedaan langkah seksual," kata Michael Cunningham, Ph.D, profesor psikologi sosial di University of Louisville

5. Tahu Apa yang Dimau
"Wanita muda sering kurang rileks untuk bisa mengalami orgasme. Wanita yang lebih tua tahu apa yang mereka suka dan akan memberitahu pasangan. Mereka menyadari bahwa jika sering orgasme, akan berakibat baik baginya," kata Fisher.

Saat menopause, kadar estrogen menyurut sehingga testoteron pada wanita lebih mendominasi. Hal ini memungkinkan wanita menjadi lebih tegas dan menuntut. Banyak di antaranya yang jadi lebih tertarik pada seks.

6. Punya Bibir yang Indah
"Cara Anda mencium menjelaskan banyak tentang bagaimana Anda bercinta. Saya menyebut ciuman sebagai 'hubungan wajah. Ini tak hanya menggunakan bibir saja, namun menggunakan seluruh tubuh," kata Ava Cadell, Ph.D., seorang seksolog yang berkantor di Los Angeles.

7. Penari yang Baik
"Tarian atau dance menunjukkan sifat energik yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berada dalam kondisi baik. Tapi saya pikir, apa yang sebenarnya terjadi adalah menari menunjukkan seseorang yang sosial dan percaya diri," kata Fisher.

(pah/vit)

Konsultasi Spesialis Obstetri Ginekologi (SpOG)

Jl. Raya Pondok Kopi, Jakarta Timur

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

-


View here

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.