News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Harus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harus. Tampilkan semua postingan

Bergabung dengan Uni Eropa, Kroasia Harus Lepaskan Prosek Dessert Wine

Kamis, 09 Mei 2013 08.49

Makanan Ringan, Bakery dan Bahan RotiBumbu-bumbu (Saos, Kecap, dll)TS Soy Sauce AsinTS Kecap Manis 200 mCUKA MAKAN : Sukasari Cuka MakanYANGINI BASO IKANVINISITepung EbiJakarta - Pada tanggal 1 Juli 2013, Kroasia akan menjadi anggota ke 28 Uni Eropa. Tidak semua masyarakat Kroasia menyambut baik hal ini. Karena Uni Eropa memerintahkan Kroasia untuk melepaskan wine tradisionalnya yang mirip dengan wine Italia dan Slovania.

Negara Kroasia berada di Eropa tenggara, bersebelahan dengan Hungaria dan di bawah Slovania. Bergabung dengan Uni Eropa diharapkan menjadi langkah terbaik Kroasia untuk membuka pasar baru dan kesempatan kerja para warga ke mancanegara. Setelah Kroasia lepas dari Yugoslavia 20 tahun lalu, sekitar 75 % dari populasi 4,3 juta jiwa ingin Kroasia bergabung dengan Uni Eropa.

Namun, Uni Eropa meminta Kroasia melepas produk wine nya bernama Prosek. Dessert wine manis ini dibuat dari buah anggur kering karena mempunyai nama mirip dengan produk wine Prosecco dari Italia. Hal ini tentu membuat geram para masyarakat karena Prosek adalah wine manis tanpa buih sementara Prosecco adalah sparkling wine.

Walaupun, Italia lebih dahulu masuk dalam Uni Eropa, Prosek dikatakan sudah dibuat ribuan tahun lalu, jauh sebelum Prosecco dibuat.

“Prosek adalah wine yang telah diproduksi di area ini lebih dari 2000 tahun lalu, jauh sebelum negara Italia yang saat ini ada mulai dikenal,” tutur Andro Tomic selaku pembuat wine kepada Associated Press (07/05/2013).

Masalah tidak hanya datang dari Italia, negara tetangga Slovenia yang masuk Uni Eropa tahun 2004 ikut mengeluhkan salah satu produk wine yang mirip. Wine terkenal bernama Teran yang dibuat dari anggur terrano di Italia, Slovenia, dan Kroasia.

“Ini adalah proses yang sangat tidak adil dan tidak akan memberikan manfaat pada kedua negara, Teran tersedia di Italia juga. Pihak Slovania juga seharusnya tidak mempermasalahkannya” tutur pembuat wine Kroasia, Ivica Matosevic.

Uni Eropa memutuskan nama Teran dimiliki oleh Slovenia, tapi Kroasia tetap berprinsip bahwa teran adalah varian anggur umum dan tidak boleh dimiliki sepenuhnya seperti itu.

(odi/dyh)


Sumber Artikel

Agar Tidak Gendut, Kalau Makan Burger Harus Olahraga 2 Jam Sehari

Senin, 06 Mei 2013 10.54

BluestarSapphire SpringsMonairSoap NoodlesSportz SoapDream SoapVitamin B6Fondue ChocolateCocoa MixJakarta - Restoran selalu menawarkan menu baru yang menggiurkan. Umumnya setiap jenis makanan yang ditawarkan mengandung kalori tinggi. Bila dibiarkan tertimbun dalam tubuh akan mengakibatkan obesitas. Sebuah penelitianpun meyakini akan dampak buruk ini.

Burger dan hidangan yang digoreng sangat praktis dibuat. Karena alasan praktis inilah tiap restoran memilih keduanya sebagai menu andalan. Ada juga yang menjual porsi jumbo dengan dua lapis daging. Siap-siap saja asupan kalori jadi makin bertambah.

Menurut data dari Dr. Meena Shah dan Ashlei James di Texas Christian University, untuk memotong kalori berlebih dalam tubuh, olahraga secara rutin harus dilakukan agar kalori berlebih yang terserap tubuh dapat terbakar sempurna.

“Kita perlu menyiapkan strategi yang lebih efektif untuk mendorong orang tidak memesan dan mengonsumsi makanan berkalori di restoran. Untuk itu kami melakukan penelitian dengan melibatkan sekelompok responden pria dan wanita usia 18-30 tahun,” imbuh Dr. Meena Shah seperti dikutip Saludify (5/5/2013).

Penelitian yang dilakukan oleh dua Dokter dari Texas ini melibatkan 300 responden pria dan wanita. Dengan tujuan untuk menentukan lamanya jalan cepat yang dibutuhkan agar kalori dalam tubuh terbakar sempurna. Kegiatan olahraga juga dibuat jauh lebih terkesan agar proses pembakaran kalori lebih efektif.

“Proses pembakaran kalori bisa dilakukan dengan olahraga ringan selama satu hingga dua jam dalam sehari setelah makan cheeseburger, seperti jalan cepat atau juga bersepeda. Setelah kalori terbakar, merekapun harus memilih jenis makanan yang lebih tepat,” kata Shah.

Hasil penelitian yang efektif ini ternyata membuat para peserta untuk beralih pada pemilihan menu makanan sehat. Merekapun memesan makanan yang sedikit berbeda, tidak memilih burger, kentang goreng hingga ataupun sup krim.

(odi/dyh)


Sumber Artikel

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.