News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Meninggal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meninggal. Tampilkan semua postingan

3 Wanita Ini Meninggal karena Organ Donor Terinfeksi Virus Langka

Kamis, 09 Mei 2013 08.30

Melbourne , Baru-baru ini dikabarkan tiga wanita asal Australia meninggal dunia satu bulan setelah menerima organ donor dari seorang pria. Ternyata kematian itu akibat serangan virus langka yang disebarkan oleh tikus.

Karen Wilkinson (44), Carmelina Sirianni (63) dan Gurpal Sandhu (64) sama-sama menerima donor organ dari seorang pria bernama Jovo Vranjesevic. Namun ketiganya meninggal dunia dengan jarak masing-masing enam hari dan hanya sebulan pasca transplantasi.

Vranjesevic sendiri meninggal dunia akibat stroke 12 hari setelah kembali ke Melbourne, Australia. Sebelumnya pria berusia 57 tahun itu sempat tinggal di rumah saudaranya di Serbia selama tiga bulan pada tahun 2006. Usut punya usut, ternyata ketika tinggal di Serbia, pria ini terserang lymphocytic choriomeningitis, sebuah infeksi akibat virus yang disebarkan oleh tikus rumahan kendati ia tidak meninggal karenanya.

Salah satu perwakilan dari tim koroner, Audrey Jamieson mengungkapkan ketiga wanita ini juga mengalami komplikasi yang serupa dengan Vranjesevic beberapa hari pasca prosedur transplantasi yang mereka jalani pada tahun 2007 dan kesemuanya terbukti meninggal dunia akibat virus tersebut.

Dari pemeriksaan intensif barulah diketahui jika keluarga Vranjesevic tidak dimintai keterangan oleh tim dokter terkait isu kesehatan yang (mungkin) dimiliki oleh pria ini sebelum memutuskan untuk mendonasikan organ-organnya.

Keterkaitan antara empat kasus kematian itu pun terungkap setelah dilakukan autopsi atas jenazah Carmelina Sirianni. "Penemuan virus LMCV ini terjadi pada bulan yang sama setelah kematian ketiga resipien," kata Jamieson seperti dilansir Telegraph, Kamis (9/5/2013).

"Hingga ditemukannya virus itu, saya sepakat jika strain virus ini tak pernah ditemukan pada manusia, dengan demikian tak dapat diidentifikasi ketika dilakukan pengambilan organ hingga transplantasi oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya. Virus LMCV ini dapat dikatakan jenis arenavirus (virus yang biasanya menginfeksi tikus) baru dan belum pernah terlihat sebelumnya," tambahnya.

Dari kasus ini Jamieson mengatakan kematian ketiganya sangatlah tragis namun tak dapat diramalkan. Itulah mengapa menurut Jamieson, prosedur screening sebelum menjalankan transplantasi organ dianggap sangat perlu. Jamieson juga meminta ditingkatkannya komunikasi antara para dokter, staf rumah sakit dan keluarga pasien.

"Tapi bukan berarti saya bermaksud mencegah orang-orang untuk mendonorkan organnya mengingat angka donor organ di Australia terbilang rendah dibanding negara-negara lainnya," tandas Jamieson.

Pasangan Wilkinson, Rae Moran mengaku ia menerima hasil temuan tersebut dan mengatakan kecelakaan yang terjadi saat transplantasi ini memang 'tak dapat diramalkan'.

"Saya kira risiko terulangnya kejadian seperti ini sangatlah kecil dan sebaliknya program transplantasi ini sendiri benar-benar bermanfaat bagi orang yang membutuhkannya. Saya masih harus berterima kasih karena saya tahu keluarga pendonor tentu juga menghadapi keputusan yang sulit di waktu yang sama ketika ayah dan suami mereka meninggal dunia," pungkas Moran.

(vit/vit)

Ade Djanwardi Pasaribu, Dr., Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

-RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh 24 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-34418

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh 24 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-34418


View here

Gara-gara Ambulans Nyasar 2 Kali, Bayi Sakit Ini Akhirnya Meninggal

Senin, 06 Mei 2013 09.57

Jakarta, Bayi yang sakit parah membutuhkan perawatan dengan segera karena kondisi tubuhnya masih lemah. Tapi kasus yang terjadi di Inggris sungguh ironis. Seorang bayi yang sakit parah segera dirujuk ke UGD, namun meninggal karena ambulans yang membawanya tersesat sampai 2 kali.

Awalnya Amy Carter (24) panik ketika mendapati bayinya yang masih berusia 3 bulan tiba-tiba berhenti bernapas. Ia segera menelepon ambulans yang baru tiba setelah setengah jam kemudian. Lamanya waktu tersebut disebabkan sopir mengandalkan navigasi satelit yang justru membuatnya tersesat.

Khawatir akan tersesat lagi dalam perjalanan menuju rumah sakit, Amy bersikeras memandu sopir dari belakang. Nahas, ternyata ambulans lagi-lagi tersesat karena salah mengambil belokan. Saat tiba di rumah sakit, bayinya yang bernama Bella sudah tak bernapas selama hampir satu jam dan dinyatakan meninggal.

"Jika mereka sampai tepat waktu, dia akan hidup hari ini. Ketika saya menelepon ambulans, saya memberi instruksi yang jelas bahwa saya tinggal di rumah baru," kata Amy yang tinggal di Thetford, Norfolk ini seperti dilansir Daily Mail, Senin (6/5/2013).

Alamat baru inilah yang diduga membuat ambulans terlambat datang, yaitu baru tiba setelah 26 menit atau 3 kali lebih lama dari waktu yang diperkirakan. Padahal Amy mengaku sudah berusaha memberikan petunjuk arah, namun tidak digubris karena sopir lebih mengandalkan navigasi satelit.

Amy menjelaskan bahwa sebelumnya ambulans sudah pernah dipanggil ke rumah sebanyak 2 kali dan paramedis bisa tiba dalam waktu hanya beberapa menit. Dia juga sudah membuka semua pintu di rumah agar tim paramedis bisa langsung naik ke atas, menjemput Amy yang tengah menunggui bayinya.

"Tapi paramedis terus membunyikan bel. Saya tidak ingin meninggalkan Bella, tapi saya harus meninggalkan dia dan lari ke bawah, lalu kembali ke atas untuk membiarkan mereka masuk," terang Amy.

Amy menuduh bahwa tim paramedis malah membuat lelucon dan tidak menaruh perhatian pada putrinya yang tengah kritis. Selama perjalanan ke rumah sakit, Amy menceritakan bahwa tim paramedis hanya berbicara tentang apa yang dilakukan saat akhir pekan dan mengeluh tentang nyeri di lutut saat duduk.

Bos ambulans sudah bertemu dengan Amy sekeluarga dan mengakui adanya kesalahan dalam tragedi yang membuat putrinya meninggal pada tanggal 11 Maret lalu. Menurut pihak pengelola, lamanya waktu tempuh yang diperlukan ambulans ini akan menjadi perhatian serius.

(pah/vit)

A. Nanis Sacharina Marzuki, Dr.,Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

Lembaga Eijkman, Jl. Diponegoro 69 Jakarta Pusat, DKI Jakarta

Ade Djanwardi Pasaribu, Dr., Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

-RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh 24 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-34418


View here

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.