News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Garagara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Garagara. Tampilkan semua postingan

Uring-uringan Gara-gara Mimpi Pasangan Selingkuh itu Normal

Minggu, 12 Mei 2013 12.47

Jakarta, Pernahkah Anda terbangun dalam keadaan galau atau uring-uringan sendiri pada pasangan hanya karena memimpikan si dia selingkuh? Mungkin bagi pasangan, Anda tampak irasional, tapi sebuah studi baru mengatakan reaksi itu normal-normal saja.

Studi yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science ini untuk pertama kalinya memperlihatkan bahwa mimpi dapat memberikan konsekuensi riil terhadap interaksi pasangan.

Kesimpulan ini diperoleh setelah tim peneliti dari University of Maryland, AS mengamati jurnal mimpi dan aktivitas rumah tangga dari 61 partisipan yang berpasangan.

Dari situ peneliti menemukan bahwa mimpi tentang perselingkuhan, kecemburuan dan perilaku 'buruk' lain yang muncul dalam sebuah hubungan dapat dikaitkan dengan peningkatan konflik antarpasangan serta mengurangi tingkat keintiman pasangan beberapa hari setelah mimpi itu muncul.

"Banyak orang yang tidak memperhatikan mimpi-mimpi mereka dan tak menyadari dampaknya terhadap pola pikir mereka. Tapi dengan studi ini kami dapat membuktikan bahwa ada keterkaitan diantara keduanya," tandas ketua tim peneliti Dylan Selterman yang juga staf pengajar ilmu psikologi di University of Maryland seperti dilansir Huffingtonpost, Minggu (12/5/2013).

Namun terlepas dari hal itu, studi lain memprediksi jika porsi kemunculan seseorang dalam mimpi pasangannya dapat mencapai 20 persen. Hal itu berarti jika suatu ketika Anda bermimpi pasangan telah berselingkuh atau mengkhianati Anda maka di kesempatan mimpi yang lain, ia harus 'menebusnya' dengan melakukan 'sesuatu yang benar' atau memperbaiki kesalahan tersebut.

(vit/vta)

Konsultasi Spesialis Obstetri Ginekologi (SpOG)

Jl. Raya Pondok Kopi, Jakarta Timur

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

-


View here

Gara-gara Ambulans Nyasar 2 Kali, Bayi Sakit Ini Akhirnya Meninggal

Senin, 06 Mei 2013 09.57

Jakarta, Bayi yang sakit parah membutuhkan perawatan dengan segera karena kondisi tubuhnya masih lemah. Tapi kasus yang terjadi di Inggris sungguh ironis. Seorang bayi yang sakit parah segera dirujuk ke UGD, namun meninggal karena ambulans yang membawanya tersesat sampai 2 kali.

Awalnya Amy Carter (24) panik ketika mendapati bayinya yang masih berusia 3 bulan tiba-tiba berhenti bernapas. Ia segera menelepon ambulans yang baru tiba setelah setengah jam kemudian. Lamanya waktu tersebut disebabkan sopir mengandalkan navigasi satelit yang justru membuatnya tersesat.

Khawatir akan tersesat lagi dalam perjalanan menuju rumah sakit, Amy bersikeras memandu sopir dari belakang. Nahas, ternyata ambulans lagi-lagi tersesat karena salah mengambil belokan. Saat tiba di rumah sakit, bayinya yang bernama Bella sudah tak bernapas selama hampir satu jam dan dinyatakan meninggal.

"Jika mereka sampai tepat waktu, dia akan hidup hari ini. Ketika saya menelepon ambulans, saya memberi instruksi yang jelas bahwa saya tinggal di rumah baru," kata Amy yang tinggal di Thetford, Norfolk ini seperti dilansir Daily Mail, Senin (6/5/2013).

Alamat baru inilah yang diduga membuat ambulans terlambat datang, yaitu baru tiba setelah 26 menit atau 3 kali lebih lama dari waktu yang diperkirakan. Padahal Amy mengaku sudah berusaha memberikan petunjuk arah, namun tidak digubris karena sopir lebih mengandalkan navigasi satelit.

Amy menjelaskan bahwa sebelumnya ambulans sudah pernah dipanggil ke rumah sebanyak 2 kali dan paramedis bisa tiba dalam waktu hanya beberapa menit. Dia juga sudah membuka semua pintu di rumah agar tim paramedis bisa langsung naik ke atas, menjemput Amy yang tengah menunggui bayinya.

"Tapi paramedis terus membunyikan bel. Saya tidak ingin meninggalkan Bella, tapi saya harus meninggalkan dia dan lari ke bawah, lalu kembali ke atas untuk membiarkan mereka masuk," terang Amy.

Amy menuduh bahwa tim paramedis malah membuat lelucon dan tidak menaruh perhatian pada putrinya yang tengah kritis. Selama perjalanan ke rumah sakit, Amy menceritakan bahwa tim paramedis hanya berbicara tentang apa yang dilakukan saat akhir pekan dan mengeluh tentang nyeri di lutut saat duduk.

Bos ambulans sudah bertemu dengan Amy sekeluarga dan mengakui adanya kesalahan dalam tragedi yang membuat putrinya meninggal pada tanggal 11 Maret lalu. Menurut pihak pengelola, lamanya waktu tempuh yang diperlukan ambulans ini akan menjadi perhatian serius.

(pah/vit)

A. Nanis Sacharina Marzuki, Dr.,Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

Lembaga Eijkman, Jl. Diponegoro 69 Jakarta Pusat, DKI Jakarta

Ade Djanwardi Pasaribu, Dr., Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

-RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh 24 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-34418


View here

Awas, Kehidupan Seksual Bisa Merana Cuma Gara-gara Beser

Selasa, 30 April 2013 06.26

Jakarta, Selain untuk berhubungan seks, alat kelamin juga penting untuk buang air kecil atau berkemih. Maka jangan heran jika gangguan berkemih pada akhirnya dapat mempengaruhi kehidupan seks. Salah satu gangguan tersebut adalah inkontinensia urine atau lebih akrab disebut beser.

Inkontinensia urine atau beser didefinisikan sebagai pengeluaran urine tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga mengakibatkan masalah kesehatan dan atau sosial. Gangguan ini memang tidak menyebabkan ejakulasi dini, namun bisa mengganggu aktivitas seksual.

"Tidak ada pengaruhnya ke ejakulasi dini, tapi bagaimana melakukan hubungan jika sedikit-sedikit ingin ke kamar kecil. Sementara ingin mencapai klimaks, mau buang air kecil," kata dr Johnny Felix Gosyanto, M.Kes, konsultan kesehatan seksual di On Clinic dalam acara Seminar Media mengenai Inkontinensia Urine yang di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Secara psikologis, ketidaknyamanan berkemih ini umumnya akan membuat orang risih dan akhirnya malas berhubungan intim, atau setidaknya jadi merasa tidak enak hati dan malu bila harus mondar-mandir ke kamar mandi. Akibatnya, kedua pasangan malah tak bisa menikmati hubungan suami istri.

Untuk mengatasi beser sekaligus meningkatkan kualitas hubungan seksual, dr Johnny menganjurkan untuk melakukan senam Kegel. Prinsipnya adalah memperkuat otot dasar pinggul dengan kedut atau seolah menahan buang air kecil kira-kira 5 detik, kemudian dilepas. Lakukan berulang-ulang minimal 10 menit dan lakukan minimal 5 kali sehari sesering mungkin.

"Latihan Kegel ini banyak sekali manfaatnya. Dengan memperkuat otot dasar pinggul itu, beser jadi tidak perlu obat," terang dr Johnny.

Selain itu, dr Johnny juga menganjurkan untuk menjaga pola hidup yang sehat sebab orang dengan obesitas banyak mengalami beser. Penyebabnya karena obesitas umumnya mengarah pada sindrom metabolik. Di samping lemaknya berlebihan, penderita obesitas bisa terkena hipertensi dan kencing manis yang juga menyebabkan sering buang air kecil.

(pah/up)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSIA Permata Cibubur, Jl. Alternatif Cibubur No.6, Cileungsi Cileungsi, Jawa Barat Tel:+6221-845886


Sumber Artikel

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.