News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Seksual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seksual. Tampilkan semua postingan

Beda Usia, Beda Pula Perilaku Seksual Seseorang

Jumat, 03 Mei 2013 12.30

Jakarta, Perilaku seksual pada remaja tentu berbeda pada mereka yang berumur 30 tahun ke atas. Perbedaan ini ternyata dapat menggambarkan hal-hal yang menjadi hasrat seksual dalam diri Anda lho.

Dikutip dari Times of India, Jumat (3/5/2013) speasialis seks Tracey Cox dalam bukunya 'Sextasy' mengungkapkan mengenai dorongan seksual dan sifat pecinta sesuai dengan usia mereka.

1. 20 Tahun Keatas

Kebanyakan pria tidak bisa berhenti berkhayal tentang seks setiap 2 jam. Pada usia ini, perempuan biasanya malah memberontak dalam imajinasi seksual mereka. Mereka berbagi fantasi seks sesama jenis atau ingin mencoba bi-seksualitas.

Sebuah studi di tahun 2006 menemukan dari 2000 orang hampir 76 persen wanita yang tidur dengan wanita mencapai orgasme (untuk wanita yang tidur dengan pria, angka ini berdiri pada 50 persen). Usia 20-an adalah saat ketika anak laki-laki dan perempuan menginginkan eksperimental dalam posisi seksual mereka.

Juga, orang-orang dalam kelompok usia ini memiliki kemungkinan besar mendatangi beberapa klub dengan teman-teman mereka.

2. 30 Tahun Keatas

Usia 30-an adalah waktu untuk bereksperimen dan hampir semua orang berusia 30 tahun keatas mengklaim memiliki hubungan seks di luar (outdoors). Berbeda dengan remaja yang menganggap saat bercumbu adalah bentuk paling umum dari eksperimen seksual.

Kebanyakan 30 tahun ke atas lebih memilih berhubungan seks di tempat semi-publik seperti pantai, di kebun atau di bangku taman dalam kegelapan. Ada sesuatu yang liar dan erotis tentang hal ini.

Dan juga, mereka yang berusia lebih dari 30 tahun lebih menyukai berhubungan seks di kamar mandi atau di bak mandi.

Hal yang juga menandai mereka para 30-an adalah kedatangan anak dalam kehidupan pasangan yang menikah, sehingga gairah seks secara alami banyak berkurang. Tetapi, Tracey menunjukkan bahwa selama kehamilan, pasangan berhubungan seks 4-5 kali dalam sebulan.

Di usia 30-an kebanyakan akan mengerem kehidupan seks mereka selama sekitar tujuh minggu setelah melahirkan, tapi empat bulan kemudian mereka akan kembali untuk empat atau lima kali seks sebulan. Tracey mengungkapkan bahwa enam bulan setelah melahirkan, rata-rata pasangan kembali berhubungan seks 3-5 kali dalam sebulan.

Tetapi, jangan berkecil hati jika waktu bercinta berkurang karena si kecil. Ingatlah bahwa hal ini hanya sementara dan jika memiliki bayi menyita waktu bercinta Anda, cobalah untuk menikmati quickie.

Selain itu, Tracey menceritakan bahwa 90 persen perempuan yang sudah melalui usia 30 mengalami orgasme secara teratur dibandingkan dengan hanya 23 persen wanita yang lebih muda.

3. 40 Tahun Keatas

Pria di usia 40-an lebih mungkin mengalami masalah ereksi. Dan juga, ini adalah usia ketika banyak pria cenderung untuk tidak setia.

Selain itu, pria diusia 40an lebih terdorong untuk menonton film porno atau memanjakan diri dalam obrolan seks. Berbeda dengan perempuan yang di sisi lain justru sangat menuntut untuk mendapatkan hal seksual dan seringkali tertarik pada pria yang lebih muda.

Jika berpikir usia 40-an adalah tentang libido rendah, coba pikirkan lagi. Mungkin, pada usia ini berhubungan seks bukanlah hal yang utama sehingga jarang dilakukan. Ini disebabkan karena dorongannya telah bergeser dari pemenuhan kuantitas (berapa kali dalam seminggu) pada penekanan kualitas yang lebih baik.

Nah, dalam usia ini Anda justru lebih yakin terhadap kebutuhan seksual dan dengan demikian lebih memungkinkan untuk menekankan kualitas dibandingkan kuantitasnya.


(vit/vit) Adi Suryanto Budhipramono, Dr., Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS. Siloam Hospital, Jl. Siloam No. 6 Lippo Karawaci Tangerang, Banten.

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSIA Permata Cibubur, Jl. Alternatif Cibubur No.6, Cileungsi Cileungsi, Jawa Barat Tel:+6221-845886


View here

Awas, Kehidupan Seksual Bisa Merana Cuma Gara-gara Beser

Selasa, 30 April 2013 06.26

Jakarta, Selain untuk berhubungan seks, alat kelamin juga penting untuk buang air kecil atau berkemih. Maka jangan heran jika gangguan berkemih pada akhirnya dapat mempengaruhi kehidupan seks. Salah satu gangguan tersebut adalah inkontinensia urine atau lebih akrab disebut beser.

Inkontinensia urine atau beser didefinisikan sebagai pengeluaran urine tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga mengakibatkan masalah kesehatan dan atau sosial. Gangguan ini memang tidak menyebabkan ejakulasi dini, namun bisa mengganggu aktivitas seksual.

"Tidak ada pengaruhnya ke ejakulasi dini, tapi bagaimana melakukan hubungan jika sedikit-sedikit ingin ke kamar kecil. Sementara ingin mencapai klimaks, mau buang air kecil," kata dr Johnny Felix Gosyanto, M.Kes, konsultan kesehatan seksual di On Clinic dalam acara Seminar Media mengenai Inkontinensia Urine yang di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Secara psikologis, ketidaknyamanan berkemih ini umumnya akan membuat orang risih dan akhirnya malas berhubungan intim, atau setidaknya jadi merasa tidak enak hati dan malu bila harus mondar-mandir ke kamar mandi. Akibatnya, kedua pasangan malah tak bisa menikmati hubungan suami istri.

Untuk mengatasi beser sekaligus meningkatkan kualitas hubungan seksual, dr Johnny menganjurkan untuk melakukan senam Kegel. Prinsipnya adalah memperkuat otot dasar pinggul dengan kedut atau seolah menahan buang air kecil kira-kira 5 detik, kemudian dilepas. Lakukan berulang-ulang minimal 10 menit dan lakukan minimal 5 kali sehari sesering mungkin.

"Latihan Kegel ini banyak sekali manfaatnya. Dengan memperkuat otot dasar pinggul itu, beser jadi tidak perlu obat," terang dr Johnny.

Selain itu, dr Johnny juga menganjurkan untuk menjaga pola hidup yang sehat sebab orang dengan obesitas banyak mengalami beser. Penyebabnya karena obesitas umumnya mengarah pada sindrom metabolik. Di samping lemaknya berlebihan, penderita obesitas bisa terkena hipertensi dan kencing manis yang juga menyebabkan sering buang air kecil.

(pah/up)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSIA Permata Cibubur, Jl. Alternatif Cibubur No.6, Cileungsi Cileungsi, Jawa Barat Tel:+6221-845886


Sumber Artikel

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.