News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Mudah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mudah. Tampilkan semua postingan

Berharap Obat Murah & Mudah Didapat untuk Pasien Lupus

Minggu, 12 Mei 2013 11.36

Jakarta, Syamsi Dhuha Foundation (SDF), LSM nirlaba yang memberikan perhatian khusus pada penyakit lupus dan orang dengan lupus (Odapus) tengah memperjuangkan jalur obat murah dan mudah bagi Odapus. SDF juga berharap obat lupus bisa tercover seluruhnya oleh Jamkesmas atau Jamkesda.

"Sejak 2006 kami terus berupaya untuk pengadaan obat yang murah dan mudah diperoleh oleh Odapus. Memang sudah ada goodwill dari pemerintah dan juga DPR RI, namun sistemnya ternyata tidak simpel. Kita harus datangi lagi pihak-pihak yang berwenang untuk soal ini ," ujar Ketua SDF yang juga Odapus, Dian Syarief.

Hal itu dikatakan dia ketika ditemui di Puncak Peringatan World Lupus Day 2013 yang digagas Syamsi Dhuha Foundation dan Fakultas Kedokteran Unpad di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Bandung, dan ditulis pada Minggu (12/5/2013).

Menurutnya saat ini ada beberapa jenis obat lupus yang dari segi harga terjangkau, namun ketersediaan minim. "Memang ada alternatif lain, tapi obatnya mahal. Seperti obat yang untuk menekan imunitas, kita cari susah," keluhnya.

Padahal bagi Odapus, keberlangsungan hidup sangat tergantung dengan obat. "Kalau pengobatan terhenti, tamat riwayatnya," tandasnya.

Dian menyimpulkan dua kendala soal obat ini adalah harga dan distribusi obat yang tidak merata. "Banyak teman-teman di daerah yang harus meminta obat dari Bandung karena di daerah mereka tidak ada stocknya," ujar Dian.

Ditemui di tempat yang sama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan kementerian akan berusaha mencari jalan keluar soal obat bagi Odapus.

Ia mengakui soal obat murah yang sulit diperoleh, seperti obat Klorokuin. "Ini obat murah Rp 70 per biji. Tapi ini kan stoknya sedikit karena produksinya sedikit. Soalnya dulu obat ini buat malaria, tapi sudah dilarang karena ternyata berbahaya bagi penderita malaria. Nah tapi ternyata ini berguna bagi odapus. Makanya ke depan ini akan diatur, jangan sampai diproduksi banyak lagi tapi disalahgunakan untuk malaria," kata Prof Tjandra.

Selain mengusahakan obat murah dan mudah didapat, Prof Tjandra mengatakan pemerintah juga akan membuat buku pedoman soal lupus, menyediakan tenaga kesehatan, pemetaaan rumah sakit yang menangani penyakit ini, serta jaminan kesehatan bagi penyandang lupus.

"Saya sudah hubungi Askes dan Jamkesmas. Kita nanti akan cari jalan keluar agar obat-obatan bagi odapus bisa ditanggung Askes atau Jamkesmas," katanya.

(vit/vta)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh 24 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-34418

Adi Tagor Harahap, Dr.,Sp.A,DPH

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS. Pondok Indah, Jl. Metro Duta Kav. UE, Pondok Indah Jakarta Selatan, DKI Jakarta, DKI Jakarta Tel: +6221-7692252


View here

Pria Lebih Mudah Turunkan Berat Badan, Ini Alasannya

Senin, 29 April 2013 22.42

Jakarta, Dibandingkan wanita, pria cenderung lebih mudah menurunkan berat badan. Bukan karena tidak usaha, tapi secara fisik tubuh pria memang berbeda dengan wanita. Apa saja bedanya?

Untuk urusan menurunkan berat badan, pria memang lebih lebih unggul. Berikut beberapa hal yang membuat pria lebih unggul untuk urusan penurunan berat badan, seperti dilansir Lifemojo, Selasa (30/4/2013):

1. Genetika

Tubuh pria secara alami mengandung lebih sedikit lemak dan lebih banyak otot dibanding wanita karena adanya hormon testosteron. Di sisi lain, hormon wanita (estrogen) bekerja untuk menjaga lemak pada tubuh wanita.

Kelebihan lemak tersebut diperlukan untuk kebutuhan kalori ekstra yang diperlukan untuk kehamilan dan menyusui. Kisaran normal untuk persentase lemak tubuh pada wanita adalah 18 sampai 25 persen, sementara kisaran normal untuk pria adalah 12 sampai 20 persen.

2. Metabolisme

Sel-sel lemak memiliki reseptor biokimia atau pemicu yang berbeda. Salah satu jenis reseptor yang menyebabkan penyimpanan lemak (reseptor alfa) dan jenis lain dari reseptor yang menyebabkan pelepasan lemak (reseptor beta).

Wanita cenderung memiliki lebih banyak reseptor alfa di daerah pinggul dan paha, sehingga lebih banyak mendukung penyimpanan lemak. Pria secara alami memiliki metabolisme yang lebih cepat dari wanita, terutama karena komposisi tubuh pria yang memiliki lebih banyak otot.

3. Pria lebih sering melakukan olahraga

Banyak pria melakukan latihan kekuatan sementara wanita lebih sering mengabaikan elemen kunci dari pembakaran lemak tersebut. Wanita lebih banyak malas untuk melakukan olahraga dan latihan kekuatan. Latihan kekuatan tidak hanya membantu membangun otot tetapi juga akan memperkuat tulang.

4. Kapasitas paru-paru pria lebih besar

Kapasitas paru-paru pria 25 sampai 30 persen lebih besar dari wanita. Hal ini memberikan keuntungan bagi pria dalam melakukan latihan aerobik seperti berjalan, sehingga tidak mudah merasa lelah. Bahkan jika para wanita melakukan olahraga dengan tingkat yang sama seperti pria, wanita mungkin merasa seolah-olah mereka berolahraga lebih keras.

5. Wanita lebih suka karbohidrat, pria suka protein

Pria cenderung memiliki keinginan lebih besar pada protein sedangkan wanita memiliki keinginan yang lebih besar pada karbohidrat, dan karbohidrat berubah menjadi lemak jauh lebih mudah daripada protein.

Perbedaan lain, wanita merupakan pemakan yang lebih emosional dibandingkan pria, dan sering makan berlebihan karena adanya pemicu seperti suasana hati, stres, depresi dan perasaan rendah diri.

(mer/up)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh 24 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-34418

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)


View here

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.