News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Alasannya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alasannya. Tampilkan semua postingan

Ini Alasannya Mengapa Sikat Gigi Sebelum Tidur Tak Boleh Dilewatkan

Senin, 06 Mei 2013 10.13

Jakarta, Waktu menyikat gigi harus diajarkan dengan baik sejak kecil agar muncul kebiasaan yang baik pula saat dewasa. Tahukah Anda jika melewatkan waktu menyikat gigi sebelum tidur lebih bahaya ketimbang melewatkan waktu menyikat gigi di pagi hari?

Angka menyikat gigi masyarakat Indonesia di malam hari masih menyedihkan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan (RISKESDAS) 2007 secara nasional hanya 28,7 persen masyarakat yang menyikat gigi tepat sebelum tidur.

Data ini diungkapkan oleh drg Ratu Mirah Afifah, GCClindent, MDSc dalam acara talkshow Perilaku Menyikat Gigi dalam Keluarga pada Senin (6/5/2013). Acara yang bertempat di restoran Kembang Goela, Plaza Sentral, Sudirman Jakarta ini turut menghadirkan drg Syarif Hidayat, SpKGA(K) dan psikolog anak Vera Itabiliana Hadiwidjojo.

Drg Mirah mengatakan bahwa melewatkan sikat gigi sebelum tidur, 2 kali lebih berbahaya daripada melewatkan sikat gigi pagi hari. Sejalan dengan pendapat drg Mirah, drg Syarif pun mengatakan bahwa melewatkan sikat gigi sebelum tidur dapat mempercepat terjadinya karies gigi.

"Ketika malam hari itu saliva yang dihasilkan tidak sebanyak siang hari karena aktivitas bicara dan makan. Sehingga ini memengaruhi cleansing gigi dan tingkat keasaman mulut. Asam di dalam mulut dapat dengan cepat melarutkan email gigi sehingga menimbulkan karies," kata drg Syarif yang juga ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI).

Oleh sebab itu para dokter dan psikolog anak mengimbau orangtua dan ibu khususnya untuk mengajarkan anak menyikat gigi dengan tepat. "Yaitu setelah sarapan pagi dan tepat sebelum tidur selama 2 menit," tambah dokter Mirah.

Ibu dalam hal ini sangat dituntut perannya sebab ibu adalah role model yang kerap ditiru anak dalam masa tumbuh kembangnya. Yuk mulai sekarang sediakan waktu khusus untuk menyikat gigi bersama anak.

(vit/vit)

Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)

Konsultasi Dokter Gigi (drg)

Ade Djanwardi Pasaribu, Dr., Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

-RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh 24 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-34418


View here

Pria Lebih Mudah Turunkan Berat Badan, Ini Alasannya

Senin, 29 April 2013 22.42

Jakarta, Dibandingkan wanita, pria cenderung lebih mudah menurunkan berat badan. Bukan karena tidak usaha, tapi secara fisik tubuh pria memang berbeda dengan wanita. Apa saja bedanya?

Untuk urusan menurunkan berat badan, pria memang lebih lebih unggul. Berikut beberapa hal yang membuat pria lebih unggul untuk urusan penurunan berat badan, seperti dilansir Lifemojo, Selasa (30/4/2013):

1. Genetika

Tubuh pria secara alami mengandung lebih sedikit lemak dan lebih banyak otot dibanding wanita karena adanya hormon testosteron. Di sisi lain, hormon wanita (estrogen) bekerja untuk menjaga lemak pada tubuh wanita.

Kelebihan lemak tersebut diperlukan untuk kebutuhan kalori ekstra yang diperlukan untuk kehamilan dan menyusui. Kisaran normal untuk persentase lemak tubuh pada wanita adalah 18 sampai 25 persen, sementara kisaran normal untuk pria adalah 12 sampai 20 persen.

2. Metabolisme

Sel-sel lemak memiliki reseptor biokimia atau pemicu yang berbeda. Salah satu jenis reseptor yang menyebabkan penyimpanan lemak (reseptor alfa) dan jenis lain dari reseptor yang menyebabkan pelepasan lemak (reseptor beta).

Wanita cenderung memiliki lebih banyak reseptor alfa di daerah pinggul dan paha, sehingga lebih banyak mendukung penyimpanan lemak. Pria secara alami memiliki metabolisme yang lebih cepat dari wanita, terutama karena komposisi tubuh pria yang memiliki lebih banyak otot.

3. Pria lebih sering melakukan olahraga

Banyak pria melakukan latihan kekuatan sementara wanita lebih sering mengabaikan elemen kunci dari pembakaran lemak tersebut. Wanita lebih banyak malas untuk melakukan olahraga dan latihan kekuatan. Latihan kekuatan tidak hanya membantu membangun otot tetapi juga akan memperkuat tulang.

4. Kapasitas paru-paru pria lebih besar

Kapasitas paru-paru pria 25 sampai 30 persen lebih besar dari wanita. Hal ini memberikan keuntungan bagi pria dalam melakukan latihan aerobik seperti berjalan, sehingga tidak mudah merasa lelah. Bahkan jika para wanita melakukan olahraga dengan tingkat yang sama seperti pria, wanita mungkin merasa seolah-olah mereka berolahraga lebih keras.

5. Wanita lebih suka karbohidrat, pria suka protein

Pria cenderung memiliki keinginan lebih besar pada protein sedangkan wanita memiliki keinginan yang lebih besar pada karbohidrat, dan karbohidrat berubah menjadi lemak jauh lebih mudah daripada protein.

Perbedaan lain, wanita merupakan pemakan yang lebih emosional dibandingkan pria, dan sering makan berlebihan karena adanya pemicu seperti suasana hati, stres, depresi dan perasaan rendah diri.

(mer/up)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh 24 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Tel: +6221-34418

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)


View here

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.