News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan

Hasan Nasrallah : Kami Tidak akan Biarkan Suriah Jatuh Ke ‘Takfiri’ (Muslim Sunni)

Rabu, 01 Mei 2013 03.57

Home » Berita » Dunia Islam » Hasan Nasrallah : Kami Tidak akan Biarkan Suriah Jatuh Ke ‘Takfiri’ (Muslim Sunni)

1 (33)Pimpinan Syi’ah Hizbullah Lebanon , Hasan Nasrallah, , mengatakan pada hari Selasa bahwa teman-teman (rezim) Suriah tidak akan membiarkan rezim Presiden Bashar al-Assad jatuh.

“Suriah memiliki teman sejati di wilayah ini yang tidak akan membiarkan Suriah jatuh ke tangan Amerika Serikat, Israel dan kelompok ‘takfiri’,” kata Hassan Nasrallah, menyebut  Muslim Sunni berjuang untuk menggulingkan Assad sebagai ‘takfiri’ (yang mengkafirkan).

Laporan menyatakan bahwa pejuang Hizbullah bertempur bersama pasukan Assad terhadap pejuang pembebasan Suriah di desa-desa Syiah di dekat perbatasan Lebanon. Namun, komentar Nasrallah pada hari Selasa merupakan indikasi terkuat bahwa kelompoknya siap untuk lebih banyak terlibat untuk menyelamatkan pemerintah Assad.

Dalam pidatonya, Nasrallah mengatakan oposisi Suriah melawan pasukan pro-Assad tidak akan mampu untuk menggulingkan Presiden Suriah, ia menambahkan bahwa dialog adalah satu-satunya jalan keluar.

“Siapapun yang ingin menyelesaikan krisis Suriah, solusi politik adalah satu-satunya cara, “katanya.

Sementara itu, Nasrallah juga mengatakan bahwa kelompok pemberontak bersenjata melawan Assad menimbulkan “ancaman” kepada warga Lebanon yang tinggal di dekat kota-kota perbatasan.

“Sejumlah besar [pemberontak] sedang mempersiapkan untuk menduduki desa yang dihuni oleh warga (syiah) Lebanon,” jadi normal saja kami terlibat memberi bantuan untuk membantu tentara Suriah, seperti komite populer (milisi pro-pemerintah) dan Lebanon,” Nasrallah tambahkan.

“Negara Lebanon tidak mampu melindungi kota-kota Lebanon di dekat perbatasan Suriah.”

“Membela mereka tidak membutuhkan keputusan dari siapa pun. Kami tidak akan meninggalkan warga kota tanpa bantuan. ” (Arby/HK)


Sumber Artikel

30 April – Kerusuhan Budhist Atas Muslim Myanmar , Menewaskan 1 Orang Muslim, 9 Terluka, 100 Rumah Muslim Terbakar

03.19

Home » Berita » Dunia Islam » 30 April – Kerusuhan Budhist Atas Muslim Myanmar , Menewaskan 1 Orang Muslim, 9 Terluka, 100 Rumah Muslim Terbakar

1 130 April,  massa Buddhis melemparkan batu bata menyerbu masjid dan membakar lebih dari 100 rumah muslim di Myanmar tengah, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya sembilan lainnya dalam kekerasan anti-Muslim terbaru untuk mengguncang negara Asia Tenggara.

Ketakutan menghampiri keluarga Muslim yang melarikan diri dari serangan sekitar dusun Okkan, sekitar 70 mil (110 kilometer) utara Yangon, mereka  terlihat bersembunyi di hutan-hutan di sepanjang jalan. Beberapa, diantaranya dalam keadaan shock, menangis saat rumah mereka dibakar di malam hari beberapa diantara pemuda muslim berusaha dengan ember mencoba untuk memadamkan api

Warga mengatakan sebanyak 400 umat Buddha bersenjata dengan batu bata dan tongkat mengamuk di Okkan pada Selasa sore. Mereka menargetkan toko-toko Muslim dan mengobrak-abrik dua masjid, sekitar 20 polisi anti huru hara kemudian dikerahkan untuk menjaga.

Daerah paling parah adalah tiga desa, desa terpencil yang merupakan  bagian dari kota. Setiap desa mengandung setidaknya 60 rumah Muslim, semuanya dibakar. Terlihat jilatan asap dan api dari pembakaran rumah-rumah di desa-desa tersebut.

Thet Lwin, seorang wakil komisaris polisi untuk wilayah tersebut, mengatakan salah satu dari 10 orang yang terluka akhirnya meninggal semalam.

Polisi tidak memberikan rincian tentang siapa yang berada di balik serangan itu. Khin Maung ,  seorang Muslim dari Okkan, mengatakan melihat penyerang dengan banyak wajah yang baru yang tak dikenal di desanya.

Dia mengatakan dia naik ke atap rumah untuk melarikan diri dan kemudian berlindung dengan tetangga Buddhis yang menyembunyikan dia.

“Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana sangat sedih saya sekarang. Jantung saya berdetak begitu cepat karena takut,” katanya kepada The Associated Press.

Menghentikan meluasnya kekerasan sektarian telah terbukti menjadi tantangan besar bagi pemerintah Thein Sein sejak meletus di negara bagian Rakhine barat tahun lalu. Kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintahannya gagal untuk menindak ekstremis Buddha. (AP/ABC/HK/Eramuslim)


Sumber Artikel

Warga Muslim di Lebanon : Syiah Hizbullah adalah Biang Kekacauan di Qushayr

Senin, 29 April 2013 00.38

Home » Berita » Dunia Islam » Warga Muslim di Lebanon : Syiah Hizbullah adalah Biang Kekacauan di Qushayr

Pengungsi Muslim di Lebanon mengungkapkan bahwa kelompok militan Syiah “Hizbullah” adalah biang kekacauan di kota Qushayr yang berdekatan dengan perbatasan Lebanon.

Dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh Al Arabiya pada Ahad (28/4/2013), seorang pengungsi mengungkapkan bahwa militan “Hizbullah” bekerja sama dengan tentara rezim Suriah dalam menyerang masyarakat Muslim Suriah.

“(Kami dipanggil) keluar dari tempat penampungan kami dan diberitahu bahwa tentara Suriah dan Hizbullah ada di sini (di Qushayr),” ujar seorang pengungsi wanita yang dipanggil Ummu Ahmad di Lebanon kepada Al Arabiya.

“Saya ingin mencela(Kepala Hizbullah) Hassan Nasrallah,” tambahnya.

“Mengapa (Hizbullah) menyerang rakyat Suriah dan memaksa mereka keluar dari rumah mereka? Inikah bagaimana kalian memperlakukan kami?” lanjutnya.

Sejumlah pengungsi Suriah yang telah melarikan diri dari negeri mereka untuk menyelamatkan diri dari perang telah mengatakan bahwa mereka merasa seakan sedang berada dalam penjara besar di Lebanon.

1ummu-zaki-pengungsi-suriah

Ummu Zaki, pengungsi lainnya, mengatakan kepada Al Arabiya bahwa ia tidak bisa memasuki Lebanon secara legal melalui pos pemeriksaan perbatasan, karena tidak diberi izin. Oleh karena itu ia terpaksa masuk lewat jalur ilegal.

“Tidakkah Hizbullah melihat apa yang dilakukannya? Tidakkah mereka melihat kami di saluran TV satelit?” tanya wanita yang telah kehilangan dua anaknya di Qushayr.

“Kami tiba di pos pemeriksaan (perbatasan Lebanon) dan kami ditolak masuk… Tidak bisakah mereka melihat apa yang kami alami? Saya beritahu mereka bahwa kami terpaksa untuk meninggalkan rumah kami dan, masih saja, mereka tidak membiarkan kami lewat,” ungkap Ummu Zaki. (arrahmah/Eramuslim/Dz)


Sumber Artikel

Obama Mengaku Muslim Tetapi Hanya Sebagai Bahan Candaan

00.22

 Obama Mengaku Muslim Tetapi Hanya Sebagai Bahan Candaan


obama benderaObama mengaku muslim tapi hanya sebagai bahan candaan untuk mengundang tawa atas pidato makan malam di gedung putih dihadapan korespondensinya sebagai kritisi  ‘ pihak ’ yang meragukan agamanya


“Hari ini, saya melihat di cermin dan saya harus mengakui, aku bukan tegap seperti  pemuda Muslim sosialis  seperti saya dulu,” kata Obama. “Waktu berlalu,  dan saya sekarang sudah mulai beruban.”


Padahal Obama adalah seorang Kristen asli yang lahir di Hawaii, tapi dia diisukan disebut “brithers” , yang berarti  saudara palsu , sebuah julukan karena ia lahir di luar negeri.


Sebagian besar rakyat Amerika sebelumnya telah salah mengidentifikasi Obama sebagai seorang Muslim, The Huffington Post melaporkan mengutip survei Mei PPP. Ditemukan bahwa 52 persen dari 656 pemilih GOP primer cenderung diklasifikasikan presiden tersebut beragama Islam.


Obama juga telah disebut sebagai seorang sosialis oleh pengamat konservatif.


“Sebelumnya pada bulan Desember lalu, evangelis Pat Robertson menuduh Obama ” sosialis ” karena kebijakan Obama banyak yang menghancurkan pasar bebas di Amerika,” lapor Post


Sementara wakil mantan calon presiden Sarah Palin juga sebelumnya menggunakan istilah yang sama, memperingatkan bahwa banyaknyaa utang Amerika akan menempatkan negara pada jalan menuju komunisme. (Arby/Huff/Dz)


Sumber Artikel

Putin Berkoar : Bom Boston Bukti Separatis Muslim Chechnya adalah Teroris

Sabtu, 27 April 2013 23.43

Home » Berita » Dunia Islam » Putin Berkoar : Bom Boston Bukti Separatis Muslim Chechnya adalah Teroris

putinPresiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan bom Boston membuktikan bahwa militan Chechnya adalah kelompok teroris. Dua pelaku bom Boston, Tamerlan dan Dzhokhar Tsaranev, memang warga keturunan Chechnya.

Selama ini Rusia meminta Amerika Serikat (AS) memasukkan separatis Chechnya ke dalam daftar kelompok teroris. Namun AS menolaknya karena menganggap militan Chechnya sebagai kelompok pemberontak biasa.

“Saya merasa terhina ketika Negara Barat menyebut kelompok teroris di Chechnya sebagai kelompok pemberontak,” ujar Putin, seperti dikutip Associated Press, Jumat (26/4/2013).

“Serangan bom Boston membuktikan kamilah yang benar,” lanjut Putin.

Anehnya , Putin adalah pemimpin asing pertama yang memberikan ucapan belasungkawa kepada Presiden Barack Obama setelah serangan bom Boston terjadi. Putin pun berjanji kepada Obama untuk membantu penyelidikan serangan bom itu.

“Tragedi Boston harus dapat mempererat hubungan kedua negara. Khususnya dalam penanganan aksi terorisme yang selalu mengancam kita,” pungkas Putin.

Belum dapat diketahui apakah sikap AS terhadap separatis Chechnya akan berubah dengan adanya serangan bom Boston. Pemimpin separatis muslim Rusia Doku Umarov menyangkal terlibat dalam serangan itu. Dia menyatakan musuh mereka adalah Rusua bukan AS. (Ap/okz/Dz)


Sumber Artikel

Burma Memaksa Muslim Rohingya Merubah Kewarganegaraan Mereka

23.36

Home » Berita » Dunia Islam » Burma Memaksa Muslim Rohingya Merubah Kewarganegaraan Mereka

muslimes rohingyaBentrokan kembali terjadi antara muslim Rohingya dan tim Investigasi Birma, pada hari Juma’t lalu (26/4). Kantor berita Rohingya melaporkan bahwa hal tersebut terjadi ketika tim Investigasi yang terdiri dari pihak Imigrasi, Polisi, dan pasukan keamanan perbatasan Nasaka, mulai mengumpulkan data dari warga rohingya, dan ketika tim bertanya tentang daerah asal mereka, para warga menjawab :”Rohingya”, namun tim investigasi menulis pada kolom Asal daerah dengan “Bengali”.

Kator berita tersebut juga menambahkan bahwa warga Rohingya keberatan dengan penyimpangan ini, yang menyebabkan perselisihan antara anggota tim Investigasi dan warga Muslim Rohingya, bahkan keributan meluas, dan kemudian pasukan keamanan campur  tangan dalam mengendalikan situasi dengan menembakkan puluru hidup.

Perlu diketahui bahwa pada tahun lalu, pemerintah Birma melalui tim Investigasinya memaksa warga Muslim Rohingya untuk menerima bahwa mereka berasal dari Bengali, dan beberapa kali tim Investigasi mengganti kata Rohingya menjadi Bengali.

Seperti dilaporkan oleh Observatorium arakan melalui Twitter bahwa umat Islam “Akiab”berhasil mengusir 15 anggota timm Investigasi dan tentara pemerintah menyerang 12 desa untuk merampas dokumen yang membuktikan bahwa mereka adalah warga asli Rohingya, lalu memaksa mereka untuk mengakui bahwa mereka berasa dari “Bengali”. (hr/IS)


Sumber Artikel

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.