News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Boston. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Boston. Tampilkan semua postingan

Kini Putin-Obama Jalin Kerjasama Anti Terorisme , berawal dari Kasus Boston

Rabu, 01 Mei 2013 03.30

Home » Berita » Dunia Islam » Kini Putin-Obama Jalin Kerjasama Anti Terorisme , berawal dari Kasus Boston

1 1Ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ,” Putin dan Barack Obama telah sepakat untuk meningkatkan kontak kerjasama antara badan-badan keamanan mereka dalam memerangi terorisme, terutama dalam pemboman Boston.”

Putin dan Obama berbicara melalui telepon pada hari Senin atas prakarsa Presiden AS, ajudan tersebut mengatakan ke kantor berita Rusia.

Penasehat urusan luar negeri Kremlin , Yuri Ushakov mengatakan pembicaraan keduanya difokuskan pada “masalah mengintensifkan kerjasama khusus dalam konteks tindakan teror baru-baru ini di Boston.” Tersangka pembom adalah militan islam yang berasal dari wilayah Rusia. (AP/HK)


Sumber Artikel

Wawancara Dengan Imam Masjid Kotrova Dagestan Terkait Bom Boston

Minggu, 28 April 2013 23.48

Imam masjid yang telah berusia tua itu mengernyit dahi saat mendengar nama-Tamerlan Tsarnaev disebut. Ia mengerutkan alisnya sambil  mendesah . Sekitar setengah jam sebelum panggilan adzan untuk shalat Jumat, dia duduk di kantor lantai tiga masjid di kota Makhachkala di Rusia selatan. Akhirnya ia menjawab pertanyaan: “Tak satu pun dari orang-orang kami, yang pernah dikenal dia atau pernah melihat dia.

1masjidkotrovaIni adalah jawaban Imam Khasan-Khadzhi Gasanaliev, ia  telah mengulang jawaban ke wartawan berkali-kali dalam minggu ini, ia adalah imam masjid pada Kotrova Street. Masjid ini menurut pemerintahan Rusia lebih fundamentalis Islam daripada yang lain di wilayah Dagestan, dan telah digelari sebagai tempat ibadah bagi militan Islam di Rusia.

Pada hari Kamis, ayah tersangka bom Boston, Anzor  Tsarnaev , mengakui bahwa anaknya telah pergi ke sana untuk belajar selama enam bulan di sebuah mesjid di Dagestan tahun lalu. “Dia pergi dengan saya,” kata Anzor Tsarnaev pada konferensi pers hari Kamis di Makhachkala.

Para pejabat mengatakan kepada Post bahwa Tameran Tsarnaev adalah “self-radikal,” yang berarti bahwa pandangan mereka dibentuk oleh apa yang mereka lihat diberita online mengenai tindakan AS di dunia Islam. Tapi dilihat dari pernyataan Gasanaliev, dugaan politik Tamerlan itu setidaknya juga diperkuat oleh pandangan yang dia dapatkan di masjid Kotrova Street.

Imam Khasan-Khadzhi Gasanaliev mengatakan secara blak blakan saat wawancara , ”Amerika akan segera runtuh. AS akan hilang. Berapa tahun kekhalifahan Islam berkuasa ? Selama ratusan tahun dunia diperintah oleh kekhalifahan . Dan itu adalah penguasa yang indah. Sekarang Amerika memang merupakan kekuatan besar. Tapi besok akan runtuh,  banyak badai kesulitan akan menyusul negeri itu , beberapa lagi musibah akan hampiri negeri itu !

Ia berhenti sejenak, ia kemudian beralih ke nada suara yang berbeda:” Tapi hari ini, kita semua harus saling memandang dengan mata jujur, kita ingin saling berbuat baik, saling menghargai dan saling mencintai. Seharusnya tidak ada kekerasan.”

1images (7)Kekerasan pekan lalu di Boston membingungkan dia, , banyak sekali wartawan hadir ke Dagestan dengan serbuan pertanyaan-pertanyaan untuknya dan mereka berupaya kejadian itu dikaitkan dengan masjid. “Seseorang di suatu tempat dibunuh, dan begitu banyak kebisingan karena ini,” katanya dengan bingung. “Berapa banyak yang dilakukan Amerika di Vietnam, dan semua perang di mana-mana. Sekarang ini dunia sudah terbalik. Mereka (AS) membunuh ratusan, ribuan, jutaan orang dan tidak ada yang tertarik mempermasalahkan. Tapi bila ada seseorang dari mereka (militan) melakukan sesuatu, memberikan pukulan sesuatu, akibatnya ada seseorang warga AS terbunuh, dan karena ini mereka mengirim begitu banyak orang [wartawan] di sini. Sungguh kami sangat terkejut dengan ini. ”

Dia bersikeras bahwa masjid tersebut , yang merupakan benteng konservatif Salafi Islam di Dagestan, tidak ada hubungannya dengan pemboman Boston. “Tidak ada politik di sini,” katanya. “Khotbah kami bersih.” Dan memang, khotbah yang dia berikan pada salat Jumat pekan ini menghindari kerusuhan politik, ceramahnya fokus untuk kesalehan, bagi semua Muslim untuk tetap berada di “jalan yang lurus” yang ditetapkan oleh Allah. “Jangan takut, dan jangan putus asa, tapi bersukacita dalam surga yang telah dijanjikan kepada Anda,” ia menyatakan kepada jemaat laki-laki, yang jumlahnya tumpah keluar ke halaman masjid.

Mesjid yang menjadi basis Gerakan Salafi ini sering menjadi ketidaksetujuan pemerintahan Rusia.  Masjid yang berindikasi gerakan Sufi lebih diutamakan di Rusia, sangat disetujui dan didukung oleh negara Rusia .

“Mereka (pemerintah Rusia) belum memberikan bantuan kepada masjid kami,” kata Gasanaliev . “Mereka menuduh kami sebagai Wahhabi,” katanya, sebuah sebutan yang mengarah kepada militan Islam sunni yang mereka identikan dengan gerakan terorisme di Rusia.

Seluruh Masjid di sini selalu diawasi oleh dinas keamanan dengan pengawasan super ketat. Dua sumber yang dekat dengan cabang lokal dari FSB ( dinas rahasianya Rusia ), mengatakan  bahwa bergaul dengan gerakan Salafi sangat membantu dan sudah cukup untuk mendapatkan daftar masjid dan orang orang yang perlu pengawasan kontra-terorisme di Rusia. Itulah yang terjadi dengan Tsarnaev di Dagestan, di mana ia ditandai oleh FSB sebagai ekstremis potensial, kata sumber tersebut.

Di masa lalu, karena begitu ketatnya pengawasan FSB Rusia, banyak Jemaah masjid Kotrova sering tewas dalam tembak-menembak dengan pasukan kontra-terorisme Rusia, dan begitu juga seringnya penyitaan terhadap buku buku di  toko buku Salafi di seberang jalan , FSB menuduh toko tersebut menawarkan literatur yang telah masuk daftar hitam oleh negara. FSB menuduh banyak salinan Quran dan video kuliah tentang topik-topik Islam dan saluran dari organisasi  politik pan-Islam yang beroperasi secara bebas di Barat tetapi dilarang di Rusia karena digolongkan sebagai sebuah organisasi ekstrimis , seperti IM, Hizb Tahrir, dan lain lain. (TM/Dz)


Sumber Artikel

Putin Berkoar : Bom Boston Bukti Separatis Muslim Chechnya adalah Teroris

Sabtu, 27 April 2013 23.43

Home » Berita » Dunia Islam » Putin Berkoar : Bom Boston Bukti Separatis Muslim Chechnya adalah Teroris

putinPresiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan bom Boston membuktikan bahwa militan Chechnya adalah kelompok teroris. Dua pelaku bom Boston, Tamerlan dan Dzhokhar Tsaranev, memang warga keturunan Chechnya.

Selama ini Rusia meminta Amerika Serikat (AS) memasukkan separatis Chechnya ke dalam daftar kelompok teroris. Namun AS menolaknya karena menganggap militan Chechnya sebagai kelompok pemberontak biasa.

“Saya merasa terhina ketika Negara Barat menyebut kelompok teroris di Chechnya sebagai kelompok pemberontak,” ujar Putin, seperti dikutip Associated Press, Jumat (26/4/2013).

“Serangan bom Boston membuktikan kamilah yang benar,” lanjut Putin.

Anehnya , Putin adalah pemimpin asing pertama yang memberikan ucapan belasungkawa kepada Presiden Barack Obama setelah serangan bom Boston terjadi. Putin pun berjanji kepada Obama untuk membantu penyelidikan serangan bom itu.

“Tragedi Boston harus dapat mempererat hubungan kedua negara. Khususnya dalam penanganan aksi terorisme yang selalu mengancam kita,” pungkas Putin.

Belum dapat diketahui apakah sikap AS terhadap separatis Chechnya akan berubah dengan adanya serangan bom Boston. Pemimpin separatis muslim Rusia Doku Umarov menyangkal terlibat dalam serangan itu. Dia menyatakan musuh mereka adalah Rusua bukan AS. (Ap/okz/Dz)


Sumber Artikel

Pasca Bom Boston Kaum Muslimin Jerman Dibawah Kontrol Intelijen

23.20

Home » Berita » Dunia Islam » Pasca Bom Boston Kaum Muslimin Jerman Dibawah Kontrol Intelijen

muslimes jermanMajalah jerman “Der Spiegel” mengungkapkan bahwa umat islam di jerman berada dibawah kontrol yang sangat ketat dari pihak Intelijen Jerman.

Majalah tersebut menjelaskan bahwa jumlah kaum muslimin yang berada dibawah kontrol melalui video di Jerman oleh Lembaga perlindungan konstitusi (Intelijen dalam Negeri) mencapai 962 orang.

Pemerintah Jerman menyatakan bahwa pihaknya memiliki hak untuk mengawasi dan memonitor mereka yang dicurigai dan berhak pula mengambil tindakan langsung terhadap mereka, seperti pemantauan perilaku mereka serta menindak aktifitas yang mencurigakan.

Pematauan tersebut datang saat “perang” diintensifkan kembali terhadap umat Islam di negara-negara Eropa, setelah perang media yang dilancarkan terhadap kaum muslimin pasca kasus bom Boston di Amerika Serikat.(hr/Is)


Sumber Artikel

Kasus Bom Boston Semakin Aneh, Banyak Kepalsuan dan Kebohongan FBI Mulai Terungkap

23.11

Home » Berita » Dunia Islam » Kasus Bom Boston Semakin Aneh, Banyak Kepalsuan dan Kebohongan FBI Mulai Terungkap

1Tam-was-aliveIbu Tsarnaev bersaudara, Zubeidat Tsarnaeva, mengidentifikasi orang yang terekam dalam sebuah video penangkapan polisi AS sebagai anak sulungnya, Tamerlan Tsarnaev, laporan CNN.

Video itu jelas menunjukkan bagaimana seorang pemuda, yang ditelanjangi, dimasukkan ke mobil polisi, lansir KC pada Jumat (26/4/2013).

Banyak blogger yang memposting video ini bertanya: “Mengapa Tamerlan Tsarnaev dibunuh setelah ia ditangkap dan sudah berada di tangan polisi?”

Sementara itu, pemerintah AS berusaha untuk mengklaim bahwa pemuda yang terlihat dalam video itu bukan Tamerlan, tetapi orang lain yang ditangkap, tapi kemudian dibebaskan lagi.

Namun, Zubeidat dengan yakin membantah klaim pemerintah tersebut. Ia meyakini bahwa pemuda itu adalah anaknya, “Anak saya ada di video itu. Ia masih hidup. Apa yang mereka lakukan padanya setelah itu!”

KC menyajikan wawancara sebuah koran Rusia, Izvestia, kepada Zubeidat Tsarnaeva:

- Perwakilan badan-badan intelijen AS mengunjungi Dagestan, informasi apa yang mereka coba dapatkan dari Anda?

Itu hanya interogasi biasa. Kalian tahu, ibu dan anak … dalam hal apapun, ada hubungan, sehingga mereka ingin tahu apa yang ia lakukan, ke mana ia pergi, di mana dan apa yang ia katakan, dll. Mereka ingin mengetahui informasi tersebut.

- Apakah mereka berperilaku baik kepada Anda?

Mereka sangat rapi, sangat baik, sangat sopan, sangat simpatik. Saya tidak mengeluh tentang sikap mereka terhadap saya.

- Anda memiliki dua paspor dan kewarganegaraan ganda. Apakah sekarang Anda tidak takut untuk pergi ke Amerika?

Saya tidak takut akan apa pun. Mereka merenggut nyawa salah satu putra saya, putra kedua saya di rumah sakit – tidak diketahui apakah ia selamat atau tidak. Mengapa saya harus takut? Apa yang akan mereka lakukan – membunuh saya? Biarkan mereka membunuh saya! Dan untuk apa mereka ingin membunuh saya – karena saya telah kehilangan dua anak saya? Karena fakta bahwa mereka telah melarang saya menemui dua anak saya? Dzhokhar, Insya Allah, akan hidup. Apakah ia sehat, saya ragu. Tapi Tamerlan sudah pergi, Kalian tahu. Jika mereka mencurigainya mengenai sesuatu, mereka bisa saja menangkapnya hidup-hidup, mengapa harus menembak mereka?

- Sebuah klip di mana orang yang mirip seperti Tamerlan dimasukkan ke dalam mobil polisi, dari mana asalnya?

Ini bukan hanya satu klip, ada beberapa. Dan dalam sekejap, beberapa “menghilang”. Tapi kami menyimpannya, kami sempat menyimpan dua diantaranya, karena kami menyadari bahwa semuanya bisa dihilangkan. Mereka mencoba untuk membuktikan kepada saya bahwa itu bukan Tamerlan. Tapi saya ibunya. Seorang ibu tidak bisa tertipu! Siapapun bisa ditipu, tetapi seorang ibu tidak.

Saya mengenal anak-anak saya, saya tahu tubuh anak saya, saya tahu setiap titik pada tubuh anak saya. Yang ada di video, itu Tamerlan. Ia dipindahkan dari satu mobil dan dimasukkan ke mobil yang lain, begitulah. Saya hanya mendengar teriakan: Angkat tangan! – Keluar dengan angkat tangan! Dan berjalan seperti ini … telanjang! Tidak ada sabuk peledak yang ia kenakan, seperti yang mereka klaim.

Setelah mereka mengumumkan bahwa mereka telah membunuh seorang “teroris”, mereka menunjukkan jasadnya. Saya melihat dan meyakininya, itu anak saya, ia masih hidup sebelumnya dan ditangkap dengan telanjang! Pemuda itu, saya yakini adalah anak saya! Apakah Kalian mengerti?

- Dan apa yang FBI katakan tentang video ini?

Mereka tidak mengatakan apa-apa. Orang-orang yang mendatangi kami, mereka tidak mengatakan apa-apa, mereka datang dari kedutaan Moskow. Tetapi mereka yang di Amerika, mereka mengatakan itu bukan Tamerlan…

Pada hari berikutnya saya melihat foto jasad orang yang mereka bunuh di koran, saya langsung tahu bahwa itu adalah anak saya yang masih hidup pada saat penangkapannya. Permainan apa ini? Apakah anak-anak saya terlibat dalam pemboman? Dalam permainan apa? Dalam jenis kekotoran apa? Dalam pertunjukan apa?

- Dan paman, yang tinggal di Amerika, ia datang untuk mengidentifikasi tubuh Tamerlan

Paman pergi ke sana, tapi tanpa istri atau orang tuanya, mereka tidak menyerahkan jenazahnya. Untuk mengidentifikasi jasadnya – bukanlah masalah. Siapapun bisa! Ini bukanlah hal sulit atau ia bukanlah anak laki-laki biasa. Ia seperti Hercules – ia memiliki tubuh seperti itu. Dan tidak mungkin sulit untuk mengidentifikasi dirinya diantara ribuan atau jutaan tubuh lainnya!

- Jasad siapa kemudian yang diperlihatkan? Dan di mana Tamerlan?

Jadi saya katakan kepada kalian, itu adalah tubuh yang sama, itu adalah tubuhnya. Pada satu hari anak saya masih hidup, dan pada hari berikutnya saya melihat lubang-lubang pada tubuhnya! Itu adalah jasad anak saya!

Zubeidat-Tsarnaeva

- Dan mereka menulis bahwa ia mengenakan sabuk bom …

Mereka menulis bahwa ia memiliki sebuah sabuk [bom], tetapi mereka tidak repot-repot membuat “sabuk” itu sendiri untuk membenarkan apa yang mereka tulis. Ketika anak saya ditangkap, apakah ia mengenakan sabuk [bom]? Tidak. Saya hanya ingin tahu siapa yang membuat lelucon itu, dan mengapa? Jika ia terlibat dalam “serangan teroris”, jika ia tewas dalam tembak-menembak, ia seharusnya telah mati. Ia tidak akan mungkin dipindahkan dari satu mobil ke mobil yang lain. Mengapa ia kemudian dimasukkan dari satu mobil ke mobil lain, kan? Mengapa, kemudian, hal ini terjadi? Dimana logikanya?

- Mungkin seseorang harus cepat menutup kasus pemboman Boston dan menemukan penyebabnya

Dan mereka lakukannya. Saya selalu berpikir bahwa anak-anak saya akan aman di Amerika. Tetapi negara itu menjadi negara di mana anak saya tewas. Saya ingin tahu apa yang terjadi. (arrahmah/eramuslim/Dz)


Sumber Artikel

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.