News Update :

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Kurangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurangi. Tampilkan semua postingan

Helm Kurangi Risiko Cedera kepala 5,5 Kali Saat Berkendara

Kamis, 09 Mei 2013 08.20

Washington DC, Pengendara motor maupun sepeda saat ini seringkali malas menggunakan helm, padahal penggunaan helm sangat penting untuk melindungi kepala jika terjadi benturan. Peneliti bahkan mengungkapkan bahwa menggunakan helm bisa kurangi risiko cedera kepal hingga 5,5 kali.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam Medical Journal of Australia ini telah menemukan bukti tentang besarnya perlindungan yang diberikan helm. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencari bukti hubungan antara cedera kepala berat akibat kecelakaan dan penggunaan helm, seperti dikutip dari ABC Science, Kamis (9/5/2013).

Dr Michael Dinh, pemimpin peneliti dari University of Sydney, dan timnya mengkaji data 348 pasien berusia 15 tahun ke atas yang dirawat di 7 rumah sakit. Tim menemukan pesepeda yang tidak menggunakan helm 5,5 kali lebih mungkin menderita cedera kepala berat dibandingkan pesepeda yang menggunakan helm.

Sedangkan untuk pemotor, manfaat helm ditandai dengan penemuan data bahwa yang tidak menggunakan helm 3,5 kali lebih mungkin untuk menderita cedera kepala berat dibandingkan dengan pemotor yang tidak menggunakan helm.

"Berdasarkan data ini, bisa disimpulkan bahwa pesepeda juga harus mulai menyadari pentingnya penggunaan helm, tidak hanya pemotor," ungkap dr Dinh.

Selain ketidakmauan dari pengendara itu sendiri, belum tegasnya hukum di negara untuk mewajibkan warganya menggunakan helm saat mengendarai motor dan sepeda seringkali menjadi faktor tambahan.

Pertemuan tahunan Pediatric Academic Societes di Washington DC juga mendukung bahwa efektivitas hukum dan aturan penggunaan helm wajib ditegakkan. Australia merupakan salah satu dari sedikit negara di dunia yang memiliki hukum tegas untuk mewajibkan warganya menggunakan helm saat mengendarai motor dan sepeda.

Dr William Meehan, dari Micheli Centre for Sports Injury Prevention, Amerika Serikat, menemukan data bahwa negara-negara dengan hukum tegas penggunaan helm memiliki tingkat lebih rendah dari kematian atau cedera setelah kecelakaan sepeda dan motor, dibandingkan dengan negara yang tidak memiliki aturan tersebut.

Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah membuat aturan tentang kewajiban penggunaan helm saat mengendarai motor, seperti dikutip dari TMC Polda Metro Jaya, yaitu:
1. Pasal 291 ayat (1) jo pasal 106 ayat (8) tentang 'Tidak menggunakan helm standar Nasional Indonesia'.
2. Pasal 291 ayat (2) jo pasal 106 ayat (8) tentang 'Membiarkan Penumpangnya Tidak mengenakan Helm'.

Sayangnya belum ada aturan tegas tentang kewajiban penggunaan helm bagi pengendara sepeda dan dengan adanya aturan ini pun masyarakat masih enggan menggunakan helm dengan alasan ketidakpraktisan.

(vit/vit)

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RSAB Harapan Kita, Jl. Letjen S.Parman Kav.87, Slipi Jakarta Barat, DKI Jakarta Tel:+6221-5668284

Agnes Yunie Purwita Sari, Dr.,Sp.A

Konsultasi Spesialis Anak (SpA)

RS Persahabatan, Jl. RS Persahabatan Rawamangun Jakarta Timur, DKI Jakarta


View here

Kurangi Konsumsi Garam pada Makanan Anak Dengan 5 Cara Ini

Senin, 06 Mei 2013 10.45

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFoodIndex Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »   Foto: Thinkstock Jakarta - Rasa masakan yang gurih dan asin bisa membangkitkan nafsu makan anak. Namun kandungan garam yang tinggi bisa menyebabkan hipertensi saat si kecil dewasa. Untuk mencegah efek buruk ini, sebaiknya kurangi asupan garam sejak dini.

Membuat masakan menjadi lebih sedap bisa menggunakan bumbu-bumbu alami seperti bawang putih ataupun bawang merah. Berikut trik jitu mengontrol penggunaan garam pada makanan anak:

3 var cmmnt = new COMMENT({ path: "&thn=2013&bln=05&tgl=06&idkanal=1345&idnews=2239551&p=1", limit: "3", form: "true", currPage: "1", callback: "cmmnt.commentcall", pagingtag: "paging", pagingpath: "commentpaging", domain: "food.detik.com", url: "/read/2013/05/06/195906/2239551/1345/kurangi-konsumsi-garam-pada-makanan-anak-dengan-5-cara-ini", detail: "true"}); Tiap anak punya selera makan yang berbeda. Mulai dari jenis bahan makanan hingga sajian menunya. Namun, hal ini bukan berarti Anda tak bisa menyiasatinya. Dengan sedikit trik selera seluruh keluarga bisa terpenuhi. Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).

Sumber Artikel

Kurangi Konsumsi Garam pada Makanan Anak Dengan 5 Cara Ini

07.03

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFoodIndex Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »   Foto: Thinkstock Jakarta - Rasa masakan yang gurih dan asin bisa membangkitkan nafsu makan anak. Namun kandungan garam yang tinggi bisa menyebabkan hipertensi saat si kecil dewasa. Untuk mencegah efek buruk ini, sebaiknya kurangi asupan garam sejak dini.

Membuat masakan menjadi lebih sedap bisa menggunakan bumbu-bumbu alami seperti bawang putih ataupun bawang merah. Berikut trik jitu mengontrol penggunaan garam pada makanan anak:

3 var cmmnt = new COMMENT({ path: "&thn=2013&bln=05&tgl=06&idkanal=1345&idnews=2239551&p=1", limit: "3", form: "true", currPage: "1", callback: "cmmnt.commentcall", pagingtag: "paging", pagingpath: "commentpaging", domain: "food.detik.com", url: "/read/2013/05/06/195906/2239551/1345/kurangi-konsumsi-garam-pada-makanan-anak-dengan-5-cara-ini", detail: "true"}); Tiap anak punya selera makan yang berbeda. Mulai dari jenis bahan makanan hingga sajian menunya. Namun, hal ini bukan berarti Anda tak bisa menyiasatinya. Dengan sedikit trik selera seluruh keluarga bisa terpenuhi. Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).

Sumber Artikel

Kalau Ingin Kulit Mulus dan Sehat, Kurangi Konsumsi Udang dan Permen

Senin, 29 April 2013 12.07

Flora Febrianindya - detikFoodIndex Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »   Foto: Thinkstock Jakarta - Makanan berperan penting untuk kesehatan kulit. Karenanya, perhatikan asupan makanan dan minuman. Ada beberapa jenis makanan yang justru bisa membuat kondisi kulit jadi tak sehat, seperti soda, permen, alkohol bahkan udang!

Sayuran dan buah-buahan segar sangat baik untuk kesehatan kulit. Sebaliknya, kebiasaan minum alkohol, makan permen, dan minum soda bisa memicu penuaan dini. Mengapa? Inilah alasannya seperti diungkap situs Huffington Post dan Eating Well.

3 var cmmnt = new COMMENT({ path: "&thn=2013&bln=04&tgl=29&idkanal=900&idnews=2232949&p=1", limit: "3", form: "true", currPage: "1", callback: "cmmnt.commentcall", pagingtag: "paging", pagingpath: "commentpaging", domain: "food.detik.com", url: "/read/2013/04/29/133626/2232949/900/kalau-ingin-kulit-mulus-dan-sehat-kurangi-konsumsi-udang-dan-permen", detail: "true"}); Detoksifikasi sangat diperlukan untuk membuang racun di dalam tubuh. Sebetulnya, tak perlu ke klinik perawatan untuk melakukan detoks secara rutin. Beberapa langkah sederhana, murah dan murah ini bisa sering-sering dilakukan! Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).

Sumber Artikel

 

© Copyright Berita Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.